Guru di Mimika Terisak Baca Puisi yang Menyayat Hati

Selasa, 26 Feb 2019 22:06 WIT
Novi Kurniawati - Guru SMA Negeri 2 Mimika. (Foto: Sevianto Pakiding/SP)

TIMIKA | Sebanyak 1.065 guru dan tenaga kependidikan pada 43 SMA/SMK se-Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, hingga kini belum menerima hak-hak dan insentif mereka sejak Januari 2018.

Pembayaran hak-hak guru terhambat setelah pengalihan kewenangan SMA/SMK ke provinsi menyusul penerapan UU No. 23 tahun 2014 dan PP 18 tahun 2018. 

Pada Senin (25/2), Pemprov Papua telah melakukan pertemuan dengan para pejabat terkait dari enam kabupaten/kota se-Papua yang belum membayar hak guru ASN dan insentif untuk non ASN (honorer/kontrak).

Kendati begitu, pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan. Terjadi saling lempar tanggung jawab antara provinsi dengan enam kabupaten/kota.

Kabupaten/kota dengan alasan regulasi, sedangkan provinsi rupanya belum menganggarkan pembayaran hak dan insentif guru pada APBD 2019 ini dengan alasan 'lupa'. 

Adapun hak dan insentif 1.065 guru dan tenaga kependidikan di Mimika yang belum dibayarkan sejak Januari 2018 sebesar Rp22 miliar lebih.   

"Selama tidak menerima hak-hak, ada guru honor yang bertahan hidup dengan gaji pokok Rp700 ribu perbulan. Jadi guru ini memang hanya berharap pada tunjangan tersebut," kata Ketua Forum Komunikasi Guru dan Tenaga Kependidikan SMA dan SMK Kabupaten Mimika, Sulijo. 

Bersamaan dengan pertemuan itu, di Kota Timika, ratusan guru lantas berunjuk rasa menuntut hak berupa pembayaran uang lauk pauk (ULP), tunjangan tambahan penghasilan (TTP), dan insentif. 

Dalam unjuk rasa tersebut, Novi Kurniawati - Guru SMA Negeri 2 Mimika membacakan sebuah puisi. Ia tak mampu membendung air mata, dengan suara terbata-bata membacakan puisi yang menyayat hati. Berikut puisinya: 

Pelita Kehidupan, Pelita Keluarga

Jika ada orang hebat,
tentulah dilahirkan oleh GURU 
Jika ada seorang pemimpin,
pastilah dari buah tangan GURU 

Sudah jadi mutlak, 
mengajar dan mengabdi sedari fajar hingga petang
Akhlak dan pekerti pun tak terlewat diberi 
Mendidik putra-putri pertiwi 
tanpa lelah, tiada RAS dipandang 
Demi sebuah asa, "Mencerdaskan Bangsa" 

Kami, GURU hebat! 
meski kadang tak dianggap 
Kami, GURU tangguh! 
meski kadang derita mendera 
Kami, GURU super! 
meski kadang terlupakan 
Kami, GURU powerful! 
meski jeruji besi kadang mengintai.. 

Yah, kami yang kalian katakan ”Pahlawan Tanpa Tanda Jasa" 
Kami yang kalian katakan "Pelita Kehidupan”
Benar adanya... 

Kami sama seperti kalian, kami pun punya harta berharga dan tak ternilai 
Keluarga.... Yah, merekalah harta tak ternilai kami 
Merekalah yang selalu merindu kepulangan kami 
menanti harapan yang kami bawa 
Demi sesuap nasi dan asa.. 

Pandanglah kami, wahai para penguasa! 
Para pemimpin negri..! 
Jangan kalian hanya jadikan kami sapi perahmu! 
Kami butuh pundi 
Pundi yang kau janjikan.. 
Pundi yang akan menghidupi keluarga kecil kami 
Sebab kamilah juga ”PELITA dalam KELUARGA” 

(rum/SP)

Kategori:
Bagikan