Ajudan Wabup Jayapura Meninggal Dunia Akibat Aksi Main Hakim Sendiri

Rabu, 06 Mar 2019 22:34 WIT

TIMIKA | Anggota Polres Jayapura, Provinsi Papua, Aiptu Dian Budi Santoso meninggal dunia, Rabu (6/3) dini hari, setelah dihakimi massa karena menabrak warga di Jalan Raya Kemiri, Sentani, Jayapura, Senin (4/3) lalu. 


Ajudan Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro itu langsung dikebumikan di Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, dalam upacara pemakaman yang dipimpin Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, Rabu siang. 


"Almarhum meninggal atas kejadian pengeroyokan yang berawal dari laka lantas di Jalan Raya Kemiri Sentani dan meninggal tadi pagi di RS. Yowari. Buat Almarhum semoga diberikan tempat yang terbaik disisi yang Maha Kuasa," kata Victor dalam sambutannya. 

 

alt text

 


Awalnya, Aiptu Dian Budi Santoso yang mengendarai mobil Mitsubishi Kuda DS 1755 AP menabrak sepeda motor Yamaha X-Ride DS 4055 J serta tiga orang warga yang sedang melakukan pengecetan trotoar di Jalan Raya Kemiri Sentani, Senin (4/3).


"Akibat kejadian tersebut, satu dari tiga orang yang tertabrak meninggal dunia atasnama Anton Suebu (18), warga Jalan Sosial Sentani, Jayapura," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, Rabu. 


Setelah kecelakaan, Aiptu Budi Santoso langsung dihampiri oleh sejumlah pekerja pengecetan trotoar dan melakukan aksi main hakim sendiri. Almarhum mencoba menyelamatkan diri namun dikejar lalu terjatuh dan langsung dihakimi massa dengan menggunakan balok hingga tak sadarkan diri.


"Alhmarhum sempat dilarikan ke RSUD Yowari untuk mendapatkan perawatan medis karena mengalami luka parah di bagian wajah akibat hantaman benda tumpul. Dan pada hari Rabu tanggal 6 Maret 2019 pukul 04.30 WIT dinyatakan meninggal dunia oleh pihak RSUD Yowari," tutur Kamal. 


Kombes AM Kamal menyatakan sangat menyayangkan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan sejumlah warga, hingga membuat nyawa korban melayang sia-sia. 


"Saat ini Polres Jayapura masih melakukan penyelidikan dan penyidikan tentang kasus ini," kata Kamal. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan