Seorang Warga Ditikam, Keluarga Korban Sempat Mengamuk di Koperapoka

Rabu, 06 Mar 2019 23:52 WIT
Situasi di lokasi kejadian. (Foto: Kesman/SP)

TIMIKA | Agus Ayer (24) menderita luka serius di punggung kanan dan bahu kiri setelah menjadi korban penikaman di Jalan Bhayangkara - Jalur 3, Koprapoka, Kota Timika, Papua, Rabu (6/3) malam.

Atas kejadian tersebut, keluarga korban sempat mengamuk dan melempari salah satu rumah yang mereka sinyalir sebagai tempat tinggal pelaku di Koperapoka.

Sempat terjadi ketegangan antar kelompok warga di kawasan itu. Kepolisian harus melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan kelompok warga yang mulai berdatangan di lokasi kejadian.

Kepala Bagian Operasi Polres Mimika AKP Andyka Aer, menjelaskan bahwa awalnya ada sekelompok warga menenggak minuman keras beralkohol yang kemudian terjadi percekcokan berujung penikaman.

Ketika itu, korban baru kembali berjualan dari pasar lama hendak pulang ke rumahnya. Begitu melintas di lokasi terjadinya keributan, korban langsung dihadang seseorang yang kemudian melakukan penikaman. 

"Kita anggap kejadian ini adalah ulah orang mabuk. Jadi tidak usah dikaitkan dengan masalah suku, kelompok masyarakat," kata Andyka.  

Keluarga korban tak terima atas kejadian tersebut. Dengan bersenjatakan parang dan tombak, mereka mengamuk dan melempari salah satu rumah yang diduga tempat tinggal pelaku di Koperapoka. 

Pihak kepolisian langsung merespon kejadian itu dengan mengerahkan satu peleton personel dipimpin AKP Andyka Aer, mendatangi TKP dan membubarkan massa.

Sementara korban dalam kondisi berlumuran darah langsung dievakuasi ke ruang instalasi gawat darurat RSUD Mimika untuk mendapatkan pertolongan medis akibat luka tikam yang dialami.

"Korban penikaman sudah kami bawa ke RSUD dan sementara dalam perawatan," ujar Andyka.

Polisi mengimbau warga kembali ke rumah, dan menyiagakan sekitar 60an personel di sekitar lokasi kejadian guna mengantisipasi peristiwa itu meluas. 

"Kita harapkan bagi masyarakat di sini untuk kembali ke rumah saja. Ini masalah orang mabuk, jadi yang waras tidak usah ikut-ikutan," imbuh Andyka. (rum/cr-1/SP)

Kategori:
Bagikan