Garuda dan Lion Air Hentikan Sementara Pengoperasian Boeing 737 MAX 8

Selasa, 12 Mar 2019 09:44 WIT
Ilustrasi

JAKARTA | Maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air untuk sementara waktu tidak mengoprasikan pesawat jenis Boeing 737 Max 8 sesuai dengan surat edaran dari Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan tentang Penghentian Sementara Pengoperasian (temporary grounded) pesawat Boeing 737 MAX 8.


“Garuda Indonesia melakukan ‘grounded’ atas pesawat B 737 Max 8 hanya satu unit sejak sore ini (11/3) sampai pemberitahuan lebih lanjut,” kata Vice President Corporate Secretary PT Garuda Indonesia Tbk (Persero), Ikhsan Rosan dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (11/3). 


“Kami mengerti dan memahami kekhawatiran penumpang sehingga tetap ekstra ketat dalam memonitor operasi penerbangannya,” katanya.


Ikhsan menambahkan Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan nasional terus mengedepankan komitmen dan budaya keselamatan dalam seluruh lini operasionalnya.


Hal tersebut sejalan dengan value aspek “safety” sebagai “core” operasional perusahaan yang sudah tertanam dalam budaya kerja jajaran karyawan dan lini operasional Garuda Indonesia.


Ikhsan mengatakan sebagai penyedia jasa penerbangan yang turut mengoperasikan satu armada Boeing 737 Max 8, Garuda Indonesia secara berkelanjutan melaksanakan prosedur inspeksi ekstra serta pemeriksaan berkala lanjutan terhadap fitur-fitur vital penunjang kelaikan armada seperti ; kecepatan udara, sistem ketinggian, sistem kendali penerbangan hingga "stall management system" dengan catatan hasil inspeksi "no fault found (dengan hasil baik).


Sementara itu, Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan, pihaknya telah menghentikan pengoperasian 10 pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 milik Lion Grup. 


“Dengan ini Lion Air menyatakan akan menghentikan sementara pengoperasian (temporary grounded) 10 pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dimiliki saat ini sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian,” kata Danang dalam keterangannya di Jakarta, Senin (11/3). 


Danang mengatakan penghentian operasi Boeing 737 MAX 8 ini untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan.


Ia menambahkan pihaknya melaksanakan standar operasional prosedur pengoperasian pesawat udara sesuai dengan aturan dan petunjuk dari pabrik pembuat pesawat, termasuk pemeliharaan pesawat, pengecekan komponen pesawat dan pelatihan awak pesawat.


“Lion Air akan selalu melaksanakan budaya keselamatan (safety culture) dalam setiap operasional penerbangan,” ujarnya.


Danang mengatakan pihaknya akan meminimalisir dampak dari keputusan ini agar operasional penerbangan dapat berjalan dengan baik dan tidak terganggu.


Saat ini Lion Air mengoperasikan 10 (sepuluh) unit pesawat Boeing 737 MAX 8.


Lion Air terus berkomunikasi dengan DKUPPU (Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara) dalam kaitan menyampaikan informasi serta data-data pengoperasian pesawat Boeing 737 MAX 8. (Antara/Batt/SP)

Kategori:
Bagikan