Anggota Dewan Pers Ungkap Cara Jitu Mengenali Informasi Hoax

Rabu, 13 Mar 2019 14:53 WIT
Imam Wahyudi (anggota dewan pers) saat membawahkan materi dalam Workshop "Mimika Lawan Hoax"

TIMIKA | Seputarpapua (seputarpapua.com), salah satu media online yang berkantor di Timika, Papua, baru saja sukses menyelenggarakan workshop bertajuk "Mimika Lawan Hoax" pada Sabtu (9/3) lalu.

Diskusi publik ini menghadirkan Anggota Dewan Pers Imam Wahyudi dan Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto yang diwakili Kasat Reskrim Polres Mimika AKP I Gusti Agung Ananta Pratama sebagai narasumber.

Imam Wahyudi mengatakan, menyebarkan informasi hoax merupakan kejahatan luar biasa. Tanpa sadar perilaku ini dapat menimbulkan korban jiwa, bahkan hoax bisa menghancurkan sebuah negara.

"Saya tidak tahu julukan apa yang pantas untuk para penyebar hoax, ditambah lagi kalau motifnya adalah uang. Menurut saya mereka sejahat-jahatnya manusia," kata Imam. 

Ia mencontohkan, di Indramayu pernah terjadi perkelahian antarkampung yang menyebabkan korban jiwa. Awalnya dari informasi hoax dimana terjadi kecelakaan tunggal yang menewaskan pengendara. 

"Tapi kemudian dikatakan bahwa dia ini tewas karena ditabrak oleh orang dari kampung sebelah. Terjadilah kerusuhan antarkampung," kisahnya. 

Ia mengatakan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam sebulan saja memverifikasi sekitar 50an informasi hoax yang beredar begitu masif di media sosial. 

"Sementara kita dari Dewan Pers terus menggalakkan upaya verifikasi. Intinya, jangan mudah percaya terhadap sebuah informasi," imbuhnya. 

Imam mengungkapkan, ada lima alasan seseorang suka meneruskan atau ikut menyebar informasi hoax. Pertama, merasa bangga pertama kali tahu, suka berbagi dan malas membaca, mencari sensasi, tidak tahu materi yang disebarkan adalah hoax, dan ikut tren. 

Selanjutnya, ada empat alasan mengapa orang suka terhadap sebuah informasi hoax lalu membagikannya. Pertama, sesuai dengan kacamata atau sudut pandang-post truth, (informasi) berasal dari sumber terpercaya, lingkup pergaulan dan pertemanan yang homogen, serta newbie (pemula) di dunia maya. 

Imam memberikan beberapa trik untuk menganalisis konten-konten hoax berupa gambar/foto dan website yang patut diduga sebagai sumber informasi hoax.

Menggunakan *Fotoforensics.com*. Layanan forensik foto ini akan melakukan analisa error pada foto yang diupload. Fotoforensics akan memberikan perbandingan noise pada foto yang asli dan editan. Foto yang dimanipulasi akan tampak lebih tebal. 

Hasil Error Level Analysis (ELA) memang tidak akan langsung memberitahukan apakah sebuah foto telah dilakukan manipulasi, tapi kita dapat melakukan beberapa penyelidikan terhadap analisa kesalahannya.

Kemudian *TinEye.com* merupakan salah satu layanan reverse image search yang mampu mencari informasi mengenai suatu gambar di internet. Seluruh gambar serupa yang pernah terpublikasi di internet akan muncul dalam pencarian ini. 

TinEye merupakan tool ideal dalam mencari tahu informasi lebih lanjut mengenai gambar atau foto. Anda bisa menggunakannya untuk melacak sejarah gambar tersebut di internet. Anda juga bisa mengintegrasikan TinEye dengan Google Chrome, Mozilla Firefox, Safari, Internet Explorer dan Opera. 

Selanjutnya mengunakan Archive.com untuk mengidentifikasi aktivitas website. Anda tinggal memasukkan domain sebuah website lalu dianalisis. Kalau ada sebuah website tidak konsisten dan hanya aktif pada waktu tertentu, maka patut dicurigai hanya dibuat untuk kepentingan tertentu. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan