RSUD Mimika Tangani 40 Kasus DBD

Jumat, 15 Mar 2019 14:21 WIT
Ilustrasi

TIMIKA | Pasien dengan penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD yang ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika, Provinsi Papua terus meningkat. Hingga saat ini jumlah kasusnya telah mencapai 40 kasus. 


"Sejak awal Januari 2019 hingga awal Maret ini RSUD Mimika telah menangani sekitar 40 kasus DBD. Syukur dari 40 kasus tersebut tidak ada yang sampai meninggal dunia," ujar Juru Bicara RSUD Mimika, Lucky Maha kena, di Timika, Jumat (15/3). 


"Semua pasien ditangani dengan baik. Apabila sudah diperbolehkan pulang obat yang dikasih juga dianjurkan untuk diminum sampai habis," ujarnya. 


Lucky menambahkan, sebagian besar penderitanya adalah anak-anak dengan usia 1 hingga 15 tahun. 


Kondisi lingkungan menjadi faktor utama penyebaran penyakit DBD begitu cepat. Apalagi ditunjangan dengan cuaca di Timika yang belakangan ini hampir setiap hari turun hujan.  


Untuk itu, Lucky mengimbau warga harus lebih sering membersihkan lingkungan, terutama tempat-tempat yang bisa menyebabkan tergenangnya air. 


"Sebagai daerah tropis dengan epidemi yang cukup tinggi, Papua lebih khusus Timika sangat mudah terjangkit penyakit DBD atau Malaria. Untuk itu, kebersihan lingkungan mutlak harus diperhatikan. Nyamuk pembawa virus DBD bisa berkembang biak dengan cepat karena lingkungan yang banyak ada genangan air," ungkapnya. 


Para orang tua juga diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan,  memperhatikan lingkungan bermain anak, baik di dalam rumah maupun di luar rumah.  


"Mari sama-sama jaga lingkungan untuk kehidupan yang lebih baik," pungkasnya.


DBD disebabkan oleh Virus yang disebarkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti atau Aedes Albopictus.  Terdapat 4 virus dengue, yaitu virus DEN 1, DEN 2, DEN 3 dan DEN 4. Dibandingkan orang dewasa, bayi atau anak kecil lebih beresiko mengalami infeksi serius akibat DBD. (Batt/SP)

Kategori:
Bagikan