Pangkostrad: TNI Hadir Untuk Percepat Pengerjaan Jalan Trans Papua

Jumat, 15 Mar 2019 14:40 WIT
Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan saat disambit pasukan Yonif 754/ENK. (Foto: Engkesman/SP)

TIMIKA | Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan menegaskan,  belum perlu menambah pasukan untuk pengamanan jalan Trans Papua. 


Pasca penembakan karyawan PT Istaka Karya beberapa waktu lalu oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB), TNI mulai meningkatkan pengamanan atas pengerjaan jalan Trans Papua di wilayah Nduga. 


Hal ini dilakukan untuk membantu mempercepat proses pengerjaan jembatan dan jalan Trans Papua di wilayah pegunungan Papua itu. 


"Kalau untuk penambahan personil kita tetap lihat pada situasional, dan personil yang sudah ada disana sudah sangat cukup," kata Pangkostrad di Timika, Kamis (14/3). 


Disampaikan, untuk saat ini 600 prajurit Kostrad dari Batalyon Yon Zipur 8/SMG dan Yonif Para Raider 431/SSP masih dalam persiapan. 


"Sebagian prajurit yang ikut dalam pengerjaan itu masih berada di Jayapura, ini karena keterbatasan transportasi. Intinya sekarang masih dalam pergeseran menuju pos masing-masing," ungkapnya.


Dirinya juga menambahkan prajurit yang datang untuk melanjutkan pekerjaan infrastruktur tersebut adalah untuk memberikan kelancaran dalam proses pembangunan yang ada di Papua terhadap gangguan dari kelompok tertentu yang tidak bertanggung jawab. 


"Jadi mari kita dukung program pemerintah ini, karena ini akan membuka masa depan Papua di kemudian hari," ungkapnya.


Ia juga mengatakan, bahwa dalam menjalankan pembangunan disana, pihaknya juga memberikan bimbingan kepada masyarakat tentang artinya sebuah pembangunan. 


"Kita harapkan kesadaran akan muncul dan kita himbau kepada saudara-saudara yang masih tersesat untuk segera sadar dan kembali kepada NKRI," tambahnya. (Cr-1/SP)

Kategori:
Bagikan