Pangdam Cenderawasih Pimpin Upacara Alih Kodal Yonif 756/WMS

Jumat, 15 Mar 2019 19:58 WIT
Danrem 172 / PWY Kolonel Inf J Binsar P Sianipar (kanan) menerima Pataka dari Pangdam XVII / Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring. (Foto: Dok Penrem 172/PWY)

JAYAPURA | Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring memimpin upacara alih kodal (pengalihan komando dan pengendalian) Yonif 756/Wi Mane Sili (WMS) di lapangan Frans Kaisepo, Makodam, Bukit Polimak, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua, Jumat (15/3). 

"Pada hari ini kita masih di berikan kekuatan dan kesehatan, sehingga dapat melaksanakan upacara alih kodal Yonif 756/WMS, dari Kodam XVII/Cenderawasih kepada Korem 172/PWY dengan tertib dan hikmat," kata Pangdam dalam sambutannya dihadapan prajurit dan tamu undangan.

Ia menjelaskan, sebelumnya, Yonif 756/WMS dibawah kendali Brigif 20/Timika, namun setelah ada aturan terbaru. Yonif 756/WMS dikembalikan ke Kodam XVII/Cenderawasih dan Brigif 20/Kostrad menjadi bagian dari Divisi III/Kostrad.

"Perlu kita ketahui bersama, bahwa alih kodal Yonif 756/WMS dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penataan organisasi TNI AD di lingkungan Kodam XVII/Cenderawasih guna mendukung pembangunan kekuatan yang dilaksanakan atas dasar konsep pertahanan berbasis kemampuan sesuai dengan kebijakan strategis TNI AD 2010-2029," katanya.

Penataan ini, kata dia, bertujuan menjaga keseimbangan, kesiapan operasional serta pembinaan satuan, sehingga mampu mengoptimalkan satuan-satuan agar lebih efektif dan efisien dalam mendukung setiap pelaksanaan tugas-tugas TNI AD.

"Sekaligus dapat memaksimalkan pengendalian, pengawasan dan koordinasi guna mendukung tugas pokok Kodam XVII/Cenderawasih. Saya berharap alih kodal ini dapat disikapi dengan kematangan dan kedewasaan seluruh prajurit Yonif 756/WMS dalam memahami dan melaksanakan fungsi, tugas dan tanggung jawabnya secara profesional," katanya.

Selain itu, kata dia, makna penting yang dapat dipetik dari alih kodal ini adalah perlunya pengembangan organisasi guna menghadapi tugas-tugas ke depan, khususnya di wilayah Papua yang sangat luas dan masih dihadapkan ancaman separatisme.

"Ikuti serta kaji secara terus-menerus setiap perkembangan situasi,  berikut segala kecenderungannya secara tajam, cermat dan akurat, sehingga dapat menyiapkan langkah antisipasi yang diperlukan dan menentukan dalam menghadapi perkembangan situasi ke depan," katanya.

"Pelihara dan tingkatkan terus kemampuan dan profesionalisme, disiplin dan loyalitas, melalui latihan yang terprogram, pembinaan esprit d’corps yang proporsional serta evaluasi dengan cermat dan terus-menerus kesiapan operasional satuan, agar yonif 756/wimane sili setiap saat siap dioperasionalkan," katanya pula.

Pada momentum itu, Pangdam juga meminta agar memelihara alat perlengkapan dan alutsista yang dimiliki sesuai prosedur dan ketentuan.

"Sehingga memberi daya dukung secara optimal terhadap setiap tugas yang dipercayakan kepada Yonif 756/WMS sekaligus pencegahan kerugian terhadap material yang dimiliki," katanya.

Dalam upacara itu nampak hadir, Danrem 172/PWY Kolonel Inf J Binsar P Sianipar, Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Chandra Dianto, Danyon 756/WMS Mayor Inf Arif Budi S, para pejabat utama Kodam Cenderawasih dan pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Kodam Cenderawasih. (Antara/SP)

Kategori:
Bagikan