Baznas Mimika Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Sentani

Rabu, 27 Mar 2019 17:05 WIT

TIMIKA | Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Mimika, Papua berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp201 juta untuk membantu korban banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura. 


Bantuan tersebut berasal dari 43 komunitas yang ada di Timika dan juga hasil penggalangan dana yang dilakukan sejak 17 Maret 2019 lalu. 


Selain bantuan dana, Baznas Mimika juga mengirimkan sejumlah anggota Devisi Baznas Tanggap Bencana (BTB) ke Sentani untuk terlibat dalam kegiatan pertolongan dan penyelamatan para korban.  


Ketua Baznas Mimika Umar Habib mengatakan, seluruh bantuan telah disalurkan langsung ke posko-posko pengungsian secara bertahap. 


"Penyaluran bantuan ini dilakukan secara bertahap. Pada hari pertama penggalangan dana kami mendapatkan Rp2 dan langsung dikirimkan ke Sentani," Jelasnya. 


Lanjut Umar, terkait dengan pengiriman sejumlah personil BTB, Mimika merupakan satu-satunya kabupaten di Papua yang telah dilengkapi dengan divisi Baznas Tanggap Bencana/BTB.


BTB Mimika di lantik oleh Sekda  pada 17 April 2017 dan dipimpin oleh Agung Arie Perdana, Ada sebanyak 15 orang anggota BTB yang sudah mendapatkan pelatihan. 


"Banjir Sentani merupakan ujian pertama untuk BTB setelah dilantik. Saat mendapatkan informasi tentang bencana alam tersebut kami melakukan kontak ke anggota BTB dan ada 4 orang yang siap di berangkatkan dan langsung kami kirimkan ke Sentani pada saat itu," tutur Umar Habib. 


Sementara itu, Komandan Badan Tanggap Bencana, Agung Arie Perdana juga menjelaskan terkait program BTB selama berada di Sentani yaitu membantu mengevakuasi korban-korban, melakukan pencarian dan evakuasi jenazah, pembersihan di sarana-sarana ibadah, sarana umum, dan juga kegiatan trauma healing di posko-posko pengungsian, serta bantuan kesehatan .


"Bantuan dari masyarakat Mimika kami berikan langsung ke posko gunung merah kantor Bupati sedangkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kami berikan kepada janda-janda tua, dan yatim piatu," tutur Agung. 


"Tim BTB meninggalkan Sentani setelah mempertimbangkan sudah tidak ada hujan selama empat hari.  Kami kemudian baru kembali ke Timika pada 26 Maret 2019 kemarin," jelasnya.(Cr-2/SP)

Kategori:
Bagikan