Kejari Mimika Tangani Kasus Dugaan Penggelapan Voucher Belanja di Hero Supermarket

Rabu, 27 Mar 2019 17:44 WIT
Kasipidum Kejari Mimika Joice E Mariai saat menunjukkan barang bukti berupa voucher belanja Hero. (Foto :Muji/SP)

TIMIKA | Kejaksaan Negeri (Kejari) Mimika, Provinsi Papua saat ini tengah menangani kasus dugaan penggelapan voucher belanja Hero Supermarket di PT Freeport Indonesia sebesar Rp750 juta. 


Kasus ini sendiri merupakan pelimpahan dari Polsek Tembagapura, yang berkas tahap duanya sudah diserahkan ke Kejaksaan.


“Kami sudah terima berkas tahap dua dari penyidik Polsek Tembagapura, terkait kasus dugaan penggelapan voucher belanja Hero Supermarket di PT Freeport. Berkas tahap dua ini, kami terima pada Jumat (22/3) kemarin,” kata Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Mimika, Joice E Mariai saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (27/3).


Terkait kasus ini, Kasipidum menjelaskan, pada 28 Desember 2018 lalu, Winnar Adi Dharma (WAD) yang merupakan karyawan PT Freeport Indonesia mendapatkan perintah untuk mengambil voucher belanja Hero senilai Rp13 miliar. Dimana voucher ini diperuntukkan bagi karyawan underground Freeport dan kontraktor.


Setelah mengambil voucher belanja tersebut, dibawa ke Kantor Office Building (OB) untuk disimpan. Namun pada tanggal yang sama, WAD menyerahkan voucher tersebut ke tiga orang, yakni FB, NG, dan S. Padahal belum ada perintah untuk membagikan kepada karyawan.


“Saat hendak dilakukan pendistribusian voucher belanja, pimpinannya mendapati ada kekurangan. Sehingga WAD dilaporkan dan diproses oleh penyidik Polsek Tembagapura,” jelasnya.


Menyangkut alasan dari WAD menyerahkan voucher belanja Hero kepada FB, NG, dan S untuk membayarkan hutang. Seperti kepada NG, diserahkan voucher senilai Rp100 juta. Dimana hutang WAD kepada NG sendiri sebesar Rp58 juta. NG sendiri tidak secara cermat memeriksa apakah hutang tersebut dikembalikan dalam bentuk uang tunai karena keeseokan harinya ia cuti. 


Saat kembali dari cuti, NG mengetahui kalau WAD diperiksa terkait dugaan penggelapan voucher. NG pun memeriksa kembali apa yang diserahkan oleh WAD, dan diketahui bahwa bukan uang tetapi voucher belanja.


NG kemudian mengembalikan voucher tersebut ke perusahaan dan dilanjutkan ke Kepolisian.


“Jadi NG ini mengira kalau WAD ini menyerahkan sejumlah uang untuk membayar hutang. Tapi belum sempat dibuka, baru diketahui seusai cuti. Dan ternyata apa yang diterimanya dari WAD itu voucher belanja Hero,” terangnya.


Sementara untuk FB juga sama, yaitu menerima voucher dari WAD untuk pembayaran hutang. Dimana penerimaan pertama, FB menerima voucher belanja senilai Rp10 juta dengan tujuan membayar hutang sebesar Rp10 juta. Kemudian, kedua menerima kembali voucher senilai Rp20 juta dengan hutang sebesar Rp8 juta.


Selanjutnya WAD menyerahkan kembali voucher senilai Rp150 juta, untuk membayarkan hutang sebesar Rp44 juta.

“Jadi setelah dilakukan pemotongan terhadap hutang, WAD menyerahkan voucher ke FB senilai 61 juta. Namun WAD dan FB sering melakukan hal tersebut,” katanya.


Sedangkan terhadap S, pada 28 Desember 2018 lalu, WAD menjual voucher belanja senilai Rp100 juta dengan harga Rp80 juta. Kemudian  pada 4 Januari 2019 WAD kembali menjual voucher Rp50 juta dengan harga Rp40 juta. 


Selanjutnya, pada 14 Januari 2019, WAD kembali menjual voucher senilai Rp100 juta kepada S dengan harga Rp80 juta. 


“Dari kasus ini banyak transaksi yang dilakukan. Dan WAD sudah melakukan hal ini lebih dari satu kali,” kata Joice.


Ia mengatakan, pihaknya telah memeriksa 8 oang saksi, termasuk atasan WAD langsung, teman saat mengambil voucher, termasuk tiga orang yang menerima voucher tersebut.


“Atas kasus ini, WAD dikenakan pasal 374 KUHP “Penggelapan yang dilakukan oleh orang yang penguasaannya terhadap barang disebabkan karena ada hubungan kerja atau karena pencarian atau karena mendapat upah untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun”. 


"Berkas perkara dari kasus ini, kami akan limpahkan ke Pengadilan Negeri Kota Timika dalam waktu dekat,” ungkapnya.(mkr/SP)

Kategori:
Bagikan