Pelaku Penganiayaan Anak yang Viral di Mesos Terancam Lima Tahun Penjara

Rabu, 27 Mar 2019 18:09 WIT
Joice E Mariai

TIMIKA | Ketiga pelaku penganiayaan terhadap LPB alias Leo pada November 2018 lalu, yang sempat viral di media sosial (medsos) terancam dengan pidana penjara selama lima tahun.


Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kasipidum Kejari) Mimika, Joice E Mariai mengatakan, saat ini kasus tersebut masih dalam tahap persidangan.


Dimana kasus ini terdapat tiga orang terdakwa, yakni La Ode Romo alias Pak Haji, Sri Basuki alias Sri, dan La Rudi alias Otis.


“Kasus tersebut masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Timika,” kata Joice saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (27/3).


Ia menjelaskan, untuk sidang perdana sendiri dilakukan pada 13 Maret 2019, dengan agenda dakwaan. Dimana pada persidangan tersebut, ketiganya didakwa dengan pasal 80 ayat 2 Undang undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.


“Dengan pasal dakwaan tersebut, maka ketiga terdakwa terancam dengan hukuman pidana penjara lima tahun,” terangnya.


Sidang kemudian dilanjutkan kembali pada 20 Maret 2019 dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. Dimana pada pemeriksaan saksi, JPU menghadirkan empat orang saksi, yakni Rian Rahmat, Nasma, Abdul Rahman, dan Iskandar.


“Rian pada saat kejadian melakukan perekaman dan memviralkan di medsos, Nasma ikut menyaksikan, Abdul Rahman pemilik rumah yang saat pertama korban diamankan. Sementara Iskandar melihat pemukulan pertama di depan rumah La Ode Romo,” katanya.


Kasipidum menerangkan, hari ini, Rabu (27/3) agenda persidangannya adalah pemeriksaan ahli. Dimana untuk saksi ahli, pihaknya memanggil seorang dokter yang melakukan pemeriksaan, yakni dr Agung Rante Allo. 


Dokter ini nantinya akan menerangkan apakah itu luka berat atau ringan. Namun karena Majelis Hakim yang merupakan Wakil Ketua PN Kota Timika sakit, sehingga persidangannya ditunda.


“Sidang pemeriksaan saksi ahli ditunda sampai Selasa (2/4) mendatang. Dan untuk sidang ini hanya dokter saja yang didatangkan. Karena pada saat pemeriksaan di penyidikan korban tidak trauma, tetapi hanya luka-luka,” tuturnya.


Kasus ini terjadi di Jalan Hasanuddin, Gang Flora, Timika, pada Kamis,  1 November 2018 lalu bermula ketika Leo bertemu dengan temannya bernama Tius lalu timbul niat mencuri ayam di rumah tersangka LOR. 


Sesampainya disana, Leo memanjat pagar rumah sedangkan temannya menunggu di luar. Ketika Leo sementara melakukan aksinya, Tius melihat tersangka SBR datang sehingga langsung melarikan diri.
 

Tersangka SBR kemudian menuju pagar seng lalu menggedor sambil teriak "hey keluar". Leo kemudian berusaha kabur melalui pagar belakang lalu dikejar oleh dua orang dan berhasil ditangkap. 


Setelah itu, Leo dibawa ke rumah SBR. Kemudian SBR menelpon LOR dan menyampaikan bahwa orang yang sering mencuri ayam miliknya sudah ditangkap.


SBR lalu membawa Leo ke rumah LOR, sesampainya di sana LOR datang dengan sepeda motor dan langsung melakukan pemukulan. Termasuk LOR sempat memukul menggunakan helm.


Namun pada saat itu suasana sangat ramai di kediaman tersangka LOR, sehingga Leo lalu dibawa ke rumah Ketua RT. Sesampainya di sana, seorang warga sempat bertanya kepada Leo namun tidak puas karena dianggap tidak sesuai fakta sehingga sempat melakukan pemukulan. 


Tidak lama kemudian, datanglah tersangka LR dan Iangsung memukul Leo berulang kali. Menyusul tersangka LOR yang langsung melakukan pemukulan menggunakan kayu hingga mengakibatkan kepala Leo mengeluarkan darah.


SeteIah itu korban diikat di tiang dengan rantai besi dan masih mengalami pemukulan beberapa kali, ditendang. Aksi para tersangka baru berhenti setelah pihak kepolisian tiba di lokasi kejadian. Polisi lalu membawa korban yang telah berlumuran darah ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. (mkr/SP)

Kategori:
Bagikan