20 Jenazah Korban Banjir Bandang Dimakamkan Secara Massal

Rabu, 27 Mar 2019 20:09 WIT
Prosesi pemakaman 20 jenazah korban banjir bandang Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua yang belum teridentifikasi (ANTARA News Papua/Musa Abubar)

JAYAPURA | Sebanyak 20 jenazah korban banjir bandang Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua yang belum teridentifikasi akhirnya dimakamkan secara massal di pekuburan umum Epha, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Rabu (27/3) sore sekira pukul 15.45 WIT.

Prosesi pemakaman massal itu dipimpin oleh Wakil Bupati Jayapura Giri Wijiyantoro yang didampingi dan disaksikan oleh Kabid Dokkes Polda Papua Kombes Pol dr Ramon A, Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon, Ketua FKUB Provinsi Papua Pdt Lipiyus Biniluk, Kadinkes Provinsi Papua drg Aloysius Giyai mewakili Gubernur Papua.

Prosesi pemakaman juga dihadiri oleh sejumlah tokoh adat, tokoh agama kerabat para korban, dan masyarakat umum. Pemakaman itu diawali dengan ibadah singkat lalu dilanjutkan dengan pemakaman secara massal.

Mewakili Gubernur Papua, Kepala Dinas Kesehatan Papua Aloysius Giyai mengatakan Gubernur Papua menyambut baik upaya yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

"Kami akan sambut baik prosesi ini, dan jika ada indentitas jenazah yang sudah terditifikasi dari hasil DNA silahkan keluarganya bisa mengambil jenazahnya," kata Aloysius.

Gubernur mendukung keluarga korban yang mau mengambil jenazah ketika tes DNA nya diketahui.

Menurut dia, Gubernur Papua sangat mendukung upaya selanjutnya yang dilakukan pascabanjir, termasuk recana relokasi.

Ketua FKUB Provinsi Papua Pdt Lipiyus Biniluk berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu korban banjir.

Termasuk, kata dia, hari prosesi pemakaman 20 jenazah korban banjir yang belum teridentifikasi. FKUB juga mendukung apabila dari tes DNA terinditifikasi maka silahkan keluarga bisa mengambil jenazahnya.

Dia mengatakan, pemakaman massal terhadap 20 korban banjir bandang tersebut, agar tidak melupakan janji kepada warga yang ikut terdampak, yang masih dalam pengungsian.

"Harapannya pemerintah tidak melupakan janji untuk merelokasi para warga yang terdampak bencana, bagaimana mengatur dan memperhatikan mereka dengan baik," kata Lipiyus Biniluk.

"Ini adalah pemakaman massal, nantinya jika hasil DNA keluar, para keluarga korban yang ingin mengambil dipersilahkan, tetapi disini juga dipersilahkan," kata Wakil Bupati Jayapura Giri Wijiantoro.

Sementara itu, dr Ramon menegaskan jika hasil DNA sudah keluar, pihaknya akan segera mengumumkan.

"Kami akan umumkan jika hasil DNA sudah ada, sehingga para kerabat atau keluarga bisa mengurus hal lainnya," ujarnya. (Antara/SP)

Kategori:
Bagikan