Breaking News: Mahasiswa Berunjuk Rasa di Kantor PLN Timika

Breaking News: Mahasiswa Berunjuk Rasa di Kantor PLN Timika
Massa saat bergerak menuju Kantor PLN Timika dari Kampus STIE Jembatan Bulan.

TIMIKA | Ratusan mahasiswa dan alumni dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Jambatan Bulan berunjuk rasa di kantor PT. PLN (Persero) Area Timika, Papua, pagi ini Kamis (28/3). 

Mahasiswa beralmamater biru melakukan long murch dari kampus mereka di Jalan Hasanuddin menuju kantor PLN Area Timika di Jalan Ahmad Yani – Leo Mamiri, Kota Timika.

Puluhan personel kepolisian mengawal aksi unjuk rasa tersebut, yang dipimpin langsung Wakapolres Mimika Kompol I Nyoman Punia didampingi Kepala Bagian Operasi Kompol Andika Aer dan Kapolsek Mimika Baru AKP Ida Waymramra.

Sesuai surat pemberitahuan demo damai dengan penanggungjawab Richard Nelson Wakum yang diterima Polres Mimika, aksi demo akan berlanjut ke Kantor DPRD Mimika. 

Pengunjuk rasa menuntut PLN Timika segera melakukan upaya konkrit untuk menghentikan pemadaman listrik bergilir yang sudah berlangsung sekitar dua bulan.

PLN Area Timika beralasan 13 unit pembangkit diesel yang dioperasikan kini mengalami kerusakan sehingga memicu terjadinya pemadaman listrik bergilir siang hingga malam hari di Kota Timika.

Manager UP3 PLN Timika Hotman Ambarita mengatakan, 13 unit pembangkit diesel yang mengalami kerusakan itu terdiri atas tiga unit milik PLN dan 10 unit sewa dari PT Sewa Tama, PT Manunggal dan PT Bina Pertiwi serta PT Putra Persada Perkasa.

"PLN sendiri memiliki 13 unit pembangkit diesel. Tiga unit rusak total. Pembangkit sewa dari pihak ketiga sebanyak 46 unit, 10 diantaranya mengalami gangguan," jelas Hotman.

Ia mengatakan saat ini kebutuhan daya listrik di Timika sekitar 27 megawatt, sementara daya mampu yang tersedia hanya 21 megawatt.

"Kami di Timika sekarang ini defisit daya listrik sekitar 6 megawatt. Solusi satu-satunya yang bisa kami lakukan yaitu melakukan pemadaman listrik secara bergilir di setiap wilayah baik siang maupun malam hari. Kami juga sudah mengeluarkan dari sistem PLN pelanggan-pelanggan besar seperti pusat perbelanjaan, hotel-hotel dan lainnya yang dengan konsumsi daya listrik yang besar di Kota Timika. Untuk sementara ini kami meminta mereka untuk menggunakan listrik sendiri," kata Hotman.

Hotman menjanjikan kondisi kelistrikan di Timika diharapkan bisa normal kembali pada April, sebab delapan unit pembangkit diesel berkapasitas 3 megawatt milik PT Manunggal akan tiba di Timika pada 4 April.

Delapan pembangkit diesel sewa itu dikirim dari Jakarta melalui Surabaya dan sementara diangkut dengan kapal menuju Timika.

"Mesin-mesin itu dikirim dari awal Maret dari Jakarta. Tapi waktu sampai di Surabaya, ternyata kapal yang akan mengangkut ke Timika sudah berangkat sehingga pengiriman dari Surabaya terlambat. Sekarang sudah dalam perjalanan. Kapal yang mengangkut mesin-mesin itu sekarang sudah berada di Dobo (Kabupaten Kepulauan Aru Provinsi Maluku) dan selanjutnya menuju Merauke dan kembali melalui Pelabuhan Paumako Timika," jelas Hotman. (rum/SP)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar