Lemasa Pimpinan Nerius Katagame Palang Kantor LPMAK

Kamis, 28 Mar 2019 16:25 WIT
Massa dari Lemasa pimpinan Nerius Katagame saat melakukan aksi di depan Kantor LPMAK yang berada di Jalan Yos Sudarso. (Foto:Muji/SP)

TIMIKA | Puluhan massa dari Lemasa pimpinan Nerius Katagame, pada Kamis (28/3) memalang Kantor Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK), di Jalan Yos Sudarso, Kota Timika. 

Pemalang dilakukan tepat di depan pintu kantor dengan menggunakan kursi dan beberapa pot tanaman. 

Aksi inipun mendapat pengamanan dari personel Polres Mimika, Polsek Mimika Baru, dan BKO Brimob Polda Maluku Utara, sehingga jalannya aksi berlangsung tertib dan aman.

Tim Asistensi Lemasa pimpinan Nerius Katagame, Carolus Tsunme mengatakan, aksi yang dilakukan ini sebagai bentuk meminta kejelasan soal dana kemitraan manejemen LPMAK kepada lembaga adat ini. 

Sebab, Lemasa pimpinan Nerius ini terbentuk berdasarkan keputusan dari Bupati Mimika Eltinus Omaleng, sehingga perlu keterbukaan dari LPMAK.

“Selama ini tidak ada respon, baik dari LPMAK dan Freeport terhadap lembaga adat ini. Sehingga kami datang untuk menanyakan hal tersebut,” kata Carolus.

“Pada aksi ini, kami juga koordinasi dengan Kapolres Mimika melalui Kapolsek Mimika Baru. Dengan tujuan, bisa memfasilitasi pertemuan antara LPMAK, Freeport dan Lemasa pimpinan Nerius Katagame,” tambah Carolus. 

Sementara Pendeta Isak Onawame mengatakan, terbentuknya LPMAK dan adanya dana satu persen ini buah dari pemikirannya. Dimana selama delapan tahun diserahkan kepada pengurus untuk mengelola LPMAK. Tetapi kalau LPMAK tidak bisa berjalan dengan baik, maka lembaga adat akan mengambil alih.

Pendeta Isak menilai, banyak program LPMAK yang tidak memperhatikan masyarakat, khususnya lembaga adat ini. Banyak program yang dilakukan tidak bisa mengembangkan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, dan lainnya.

“Di Mimika ini tersebar bahwa LPMAK sudah melakukan ini dan itu, serta semuanya berhasil. Namun di luar sana, banyak anak-anak yang mengeluh kurangnya perhatian. Inilah saatnya lembaga adat datang untuk menanyakan secara jelas,” katanya.

“Kami minta Manajemen Freeport, LPMAK untuk duduk bersama membahas hal ini. Sehingga semuanya bisa menjadi jelas,” ujarnya. 

Kabag Hubungan Industrial dan SDM LPMAK, Helena Beanal mengatakan, pimpinan LPMAK lagi keluar daerah, baik itu ke pesisir pantai maupun menyerahkan bantuan ke korban bencana banjir di Jayapura. Dari hal tersebut, maka pihaknya meminta kepada perwakilan dari lembaga adat untuk membicarakan hal ini.

“Nanti hari Senin (1/4) akan dilakukan pertemuan, karena semua pimpinan LPMAK ada di Timika,” katanya. (mkr/SP)

Kategori:
Bagikan