Ini Hasil Pertemuan Mahasiswa dengan Manajemen PLN Timika

Kamis, 28 Mar 2019 17:55 WIT
Salah satu alumni STIE Jembatan Bulan membacakan pernyataan sikap saat menggelar aksi demo soal pemadaman bergilir di Kantor DPRD Mimika. (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA | DPRD Mimika memfasilitasi pertemuan antara manajemen PT. PLN Area Timika dengan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Jambatan Bulan yang berunjuk rasa, Kamis (28/3).

Perwakilan mahasiswa, Erick Welafubun, mengatakan pertemuan itu menghasilkan beberapa kesepakatan, antaralain PLN Timika akan melakukan efisiensi daya untuk kebutuhan industri, swalayan, hotel, restoran, dan tempat hiburan.

Dengan demikian, pasokan daya listrik yang tersedia terbatas akan difokuskan untuk kebutuhan rumah tangga, guna mengurangi pemadaman bergilir di masyarakat secara umum.

"Industri, swalayan, hotel, restoran, dan tempat hiburan ini untuk sementara waktu diminta menggunakan genset sendiri, sampai pasokan daya normal kembali," kata Erick.

Solusi alternatif tersebut, kata Erick, mengingat proses perbaikan dan upaya mendatangkan mesin pembangkit baru oleh PLN dipastikan akan memakan waktu cukup lama. PLN memprediksi proses ini akan berlangsung hingga akhir April.

"Atas penjelasan PLN, artinya kondisi tersebut membuat pemadaman listrik bergilir tetap akan terus berjalan. Karena itu perlu ada solusi alternatif," katanya. 

Kemudian, solusi jangka menengah adalah  manajemen PLN Timika bersama DPRD akan bertemu langsung dengan Bupati Mimika Eltinus Omaleng, untuk mencari solusi dan membicarakan sekiranya apa yang dapat dibantu oleh pemerintah daerah.

"Artinya, pemerintah daerah juga harus mengambil langkah, tidak boleh diam saja. Kebetulan bupati sendiri sudah berencana menemui manajemen PLN Timika," kata Erick. 

Sementara untuk jangka panjang, mahasiswa meminta PLN Timika agar segera membenahi sistem manajemen, sehingga pelayanan untuk pemenuhan kebutuhan listrik kepada masyarakat dapat dilakukan secara maksimal dan konsisten.

"Karena kalau kondisi ini terus berulang, sementara kita sudah tahu masalahnya di mana, berarti manajemen yang perlu diperbaiki agar menjalankan fungsinya secara baik. Aneh kalau kondisi yang sama terus berulang-ulang," kata dia. 

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto menyarankan PLN Timika membuat timeline terhadap segala upaya yang dilakukan. Kemudian melakukan sosialisasi kepada masyarakat sehingga kondisi ini tidak semakin meresahkan. 

"Kemudian, nanti tolong diakselerasikan dengan semua pihak, baik pemda dan DPRD apa saja yang sekiranya bisa dibantu secepatnya. Ada juga Pers yang akan membantu menyampaikan perkembangan ini kepada masyarakat," imbuhnya.

Manager UP3 PLN Area Timika Hotman Ambarita mengatakan, kebutuhan daya listrik saat ini mengalami defisit sekitar 5,3 MW dimana beban puncak mencapai 27,6 MW sementara yang dapat disuplay hanya 22,3 MW.

"Langkah yang kami lakukan saat ini adalah melaksanakan pemeliharaan. Kami tidak tinggal diam, kami berupaya secara maksimal bagaimana mesin yang rusak dapat beroperasi kembali," kata Hotman. 

Kemudian, mesin baru berkapasitas 3 MW yang didatangkan sudah dalam perjalanan dan diperkirakan tiba di Pomako 4 April. Mobilisasi dari Pomako dan proses instalasi bisa memakan waktu 10-15 hari. 

"Sementara menunggu mesin baru, kami sudah kerjakan pondasi dan sebagainya, sehingga begitu mesin datang bisa langsung dilakukan instalasi untuk mengurangi waktu pemasangan," kata dia.

Selain itu, lanjut Hotman, masih ada dua mesin pembangkit berkapasitas 2,5 MW didatangkan dari Surabaya untuk mengganti dua mesin yang mengalami kerusakan cukup parah.

"Mesin tersebut dalam perjalanan juga, cuma kami belum update posisi terakhir kapalnya sudah dimana. Kalau ini masuk, ditambah perbaikan lainnya, maka akhir April kita harapkan sudah tidak ada pemadaman bergilir," ujarnya.

Sementara untuk jangka panjang sekaligus mengantisipasi persiapan PON XX pada 2020 mendatang, PLN Timika sementara menggenjot pembangunan pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) di Pomako.

"Mesinnya sudah ada di Pomako. Kemudian infrastruktur pendukungnya, kami sedang mengerjakan gardu induk di SP 4. Targetnya, awal tahun 2019 PLTMG ini sudah beroperasi," pungkas Hotman. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan