LPMAK Jalin Kerjasama Dengan BP3 Banyuwangi

Kamis, 28 Mar 2019 21:15 WIT
Sekretaris Eksekutif LEMAK Abraham Timang saat menandatangani MoU dengan BP3 Banyuwangi. (Foto: LPMAK/SP)

TIMIKA | Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (LPMAK), Kamis (28/3) resmi menjalin kerjasama dengan Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbang (BP3) Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.  


Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan penandatangan MoU di Kampus BP3 di Kompleks Bandara Blimbingsari, Jalan Agung Wilis Kecamatan Rogojampi Banyuwangi. Penandatangan MoU ini dilaksanakan bersamaan dengan wisuda 12 orang pilot muda, putra-putri terbaik Indonesia.


BP3 Banyuwangi merupakan lembaga pendidikan khusus penerbangan yang digagas oleh Kementerian Perhubungan untuk mendidik dan melatih putra-putri bangsa menjadi seorang pilot. Pendidikan yang dilakukan berpola asrama dengan fasilitas yang baik. 


Peserta didik tidak hanya dilatih terkait dengan penerbangan, tetapi juga mental, kepribadian dan disiplin yang tinggi dengan durasi diklat selama 16 bulan. 

 

alt text


Lembaga pendidikan ini juga bekerjasama dengan Pemda Banyuwangi dalam hal penggunaan lapangan terbang sebagai tempat untuk latihan. 


Pola asrama yang diterapkan pun bisa meningkatkan mentalitas dan kepribadian pelajar. Dimana aturan yang digunakan, yakni menerapkan semi militer. Dengan tujuan, agar para calon pilot berdisiplin tinggi dalam memanfaatkan waktu. 


Sementara untuk menempa para pilot yang handal, lembaga pendidikan tersebut memiliki fasilitas latih pesawat. BP3 Banyuwangi memiliki 39 unit pesawat model Cesna. 


Selain itu, BP3 Banywangi, memiliki lima simulator. Tiga simulator pesawat jenis cesna dan dua simulator jenis multi engine, dengan istruktur yang handal.


“LPMAK akan mengirimkan anak-anak Amungme-Kamoro (Amor) di 2019 ini. Sebagai langkah awal, kami akan kirimkan lima anak Amor untuk dididik di BP3 Banyuwangi,” kata Sekretaris Eksekutif LPMAK, Abraham Timang dalam rilis yang diterima seputarpapur.com, Kamis (28/3). 


Abraham menambahkan, pihaknya sangat optimis bahwa anak-anak Amor yang dikirim bisa menjadi pilot yang berkualitas seperti yang lainnya di Indonesia.


Abraham mengatakan, untuk melakukan seleksi masuk ke BP3 Banyuwangi, LPMAK akan memberikan kepercayaan penuh kepada Manajemen BP3 untuk melakukan seleksi sesuai standar yang ada.


“LPMAK tidak akan intervensi menyangkut seleksi dan hasilnya,” ujarnya. 

 

alt text


Kewajiban LPMAK hanya memberikan dukungan biaya kepada anak-anak yang akan mengenyam pendidikan. 


Ia menambahkan, saat ini ada salah satu putra terbaik Amungme atas nama Jendrik Romeo Alomang yang merupakan anak dari Bapak Antonius Alomang sedang mengikuti pendidikan penerbang di BP3 Banyuwangi. 


Menurut penjelasan dari instruktur bahwa Jendrik Romeo Alomang memiliki prestasi sangat baik, terutama dalam hal kedisiplinan. 


“Jendrik anak yang memiliki disiplin tinggi. Dan setiap kegiatan selalu diikutinya dengan baik,” kata Abraham.


Di April 2019 nanti, Jendrik Romeo Alomang, akan masuk dalam tahapan latihan terbang bersama instruktur yang berpengalaman dan handal. Tentunya orang tua, masyarakat, dan Pemda Mimika akan bangga, apabila anak-anak ini keluar menjadi pilot berpredikat sangat baik. 


“Saya harapkan, agar Pemda Mimika melalui dinas terkait untuk kerjasama dengan PB3, untuk menyekolahkan anak-anak asli Amor di kampus ini. Mari kita sama-sama fokus melihat sesuatu yang lebih untuk mendukung anak-anak kita, agar mereka kembali dan menjadi tuan di daerah sendiri,” ungkapnya.(mkr/SP)

Kategori:
Bagikan
Berita terkait

Utama

Pariwara