Bupati Asmat Harapkan Musrembangda Tahun Anggaran 2020 Sesuai Visi Misi

Jumat, 29 Mar 2019 15:39 WIT
Bupati Asmat Elisa Kambu ketika memberikan sambutan pada pembukaan Musrembangda

ASMAT | Bupati Asmat Elisa Kambu mengharapkan musyawarah perencanaan pembangunan daerah (Musrembangda) tahun anggaran 2020 dioptimalkan sesuai dengan visi misi kepemimpinannya bersama wakilnya Thomas Eppe Safanpo.

Hal itu disampaikan ketika membuka Murembangda tingkat Kabupaten Asmat, di Aula Wiyata Mandala Agats, pada awal pekan, Senin (25/3).

Kegiatan ini dihadiri ketua dan anggota DPRD Asmat, Kapolres Asmat AKBP Andi Yosep Enock, jajaran TNI, kepala distrik, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda dan segenap pemangku kepentingan lainya.

Sementara untuk perwakilan Provinsi Papua yakni, Adolof Kambuaya, dan Stafnya Makmur Malinu.

Bupati Asmat Elisa Kambu menyampaikan, penyelengaraan Musrembang selama periodenya bersama Thomas Eppe Safanpo sudah memasuki keeempat kalinya, yang bertujuan menyusun rencana kerja pemerintah daerah tahun 2020.

Menurutnya, Musrembang tingkat kabupaten merupakan amanat Undang- undang nomor 25 tahun 2004, tentang sitem perencanaaan pembangunan nasional dan peraturan pemerintah nomor 8 tahun 2008, tentang tahapan tata cara penyusunan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah.

“Musrembang RKPD merupakan rangkain proses perencanaan partisipatif  yang dimulai dari tingkat kampung, distrik, kabupaten, provinsi dan nasional,” ujarnya.

Elisa mengaku, memasuki tiga tahun masa kepemimpinan banyak hal yang sudaj dilakukan melalui program kerja OPD untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan hidup masyarakat. 

“Progran kerja kami bisa dilihat sendiri dari pembangunan yang sudah dilakukan selama tiga tahun berjalan, dan  bekembang sangat pesat mulai dari tingkat kampung, distrik dan kabupaten,” tuturnya.

Adapun tujuh program prioritas yang menjadi andalan utama pencapaian visi dan misi Bupati Asmat Elisa Kambu dan dan Wakil Bupati Thomas Eppe Safanpo yakni, pertama, peningkatan akses dan kualitas pendidikan, kedua peningkatan akses dan kaulitas kesehatan, ketiga peningkatan implementasi tata kelola pemerintah yang baik, keempat pemberdayaann potensi dan daya saing ekonomi daerah berbasis komoditas lokal, kelima konektifitas wilayah untuk keadilan pelayanan diseluruh wilayah, keenam percepatan pembangunan infastruktur dasar, dan ketujuh integrasi sosiokultural dalam sistem formal.

Sementara itu, program pembangunan yang sudah dicapai selama tiga tahun, yakni pada bidang fisik dan prasarana, seperti pembanguan jalan akses antara Kabupaten Asmat dan Kabupaten Nduga di Sawaerama  batas batu  sepanjang 60 KM, pembangunan dermaga apung di 12 ibu kota distrik.

Penyedian angkutan subsisdi udara, laut dan ASDP, peningkatan kapasitas pelabuhan Agats, pembangunan pelabuhan Distrik Sawaerma, Peningkatan kapasitas lapangan terbang Ewer, lapangan terbang Kamour, lapangan terbang Suru-Suru, lapangan terbang Obio, pembangunan jalan komposit beton dan jalan jembatan wilayah Distrik Astj, Safan, Fayit, Suator Ayip, Agats, Suru-Suru, Pantai Kasuari.

Adapula, pembangunan perumahan masyarakat sebanyak 1. 780 unit, pembangunan air bersih dan sistem pah tersebar di 224 kampung, pembangunan BTS di 18 titik, pembangunan landasan pacu bandara Ewer, pembangunan dermaga sungai penyebrangan sebanyak 8 dermaga, pembangunan saran prasarana air bersih reservoar 2 unit, program pembangunan infrastrukrur pedesaan, pembangunan MCK 241 unit, pembangunan BTS Telkomsel dan BTS Kemenkominfo tahun 2013 sampai 2018 sebanyak 18 unit.

Sedangkan untuk  bidang sosial dan budaya antara lain, pembangunan luskesmas 9 unit, pembangunan dan rehabilitasi  ruangan rawat inap puskesmas sebanyak 9 unit, lembangunan rumah dokter dan para medis sebanyak 39 unit, rehab total polindes menjadi pustu sebanyak 2 unit.

“Untuk program pelayanan 1000 hari pertama  kehidupan (HPK) dengan total dana Tahun 2016 sebesar, Rp 368.506.000.00. Tahun 2017 sebesar, Rp 5.916.415.622.00. Tahun 2018 sebesar Rp 15.060.188. 289,00,” papar Elisa. 

Selain itu, lanjut Elisa, adapula pembangunan kantor rumah jabatan kepala dan pegawai distrik sebanyak 23 unit, pembangunan kantor kampung atau balai kampung sebanyak 28 unit, pembangunan rumah jabatan kepala kampung sebanyak 41 unit.

Untuk bidang afirmasi lembangunan gereja 15 unit, pembangunan rumah komunitas adat terpencil 148 unit, lemberian makanan tambahan bagi siswa/siswi untuk tahun 2017 dan 2018 sebanyak Rp58,081,517,000.00.

"Pembangunan gedung sekolah dan ruang kelas baru TK-PAUD, SD, SMP, SMA dan SMK sebanyak 53 ruang dan pembangunan perumahan masyarakat sebanyak 558 unit,” ungkapnya.

Pada bidang ekonomi seperti bantuan sarana perikanan tangkap/longbout fiber 15 dan 40 PK sebanyak 788 unit, pembangunan pasar sebanyak 3 unit, optimalisasi lahan pangan 100 hektar untuk 29 kampung.

Dengan segala program dan pelayanaan yang dilaksanakan selama tiga tahun berjalan, Elisapun meminta seluruh elemen pemerintah dan pemangku kepentingan lainya di Asmat agar Musrembang 2020 di tahun 2019 ini dibutuhkan gagasan dan masukan yang terbaik guna mengakomodir semua kebutuhan dari tingkat kampung, distrik dan kabupaten kedepanya.

“Musrembang kali ini kita butuh  prioritas pembangunan di tahun perencanaan 2020, sehingga sasaran dan tujuan yang ingin dicapai bisa terwujud sesuai dengan visi dan misi saya dan Wakil Bupati Thomas Eppe Safanpo,” pungkas Elisa. (HA/SP)

Kategori:
Bagikan