PLN Timika Jelaskan Penyebab Pemadaman Bergilir Diluar Jadwal

Jumat, 29 Mar 2019 15:46 WIT
Manajer UP3 PLN Timika, Hotman Ambarita

TIMIKA | Warga Kota Timika, Papua, mengeluhkan pemadaman listrik bergilir tidak sesuai jadwal yang sebelumnya telah diumumkan dan dipublikasi oleh PLN setempat. 

Manager UP3 PLN Area Timika Hotman Ambarita, mengakui adanya pemadaman diluar jadwal secara tiba-tiba. Menurutnya, kondisi tersebut disebabkan perubahan kapasitas daya dari mesin pembangkit. 

"Misalnya kami telah menyusun jadwal pemadaman dengan dasar kemampuan daya 22,3 MW, sementara beban 27, 6 artinya defisit 5,3 MW. Tapi jika tiba-tiba ada mesin lagi macet, ini lah yang bikin jadwal kacau," kata Hotman, Kamis (28/3).

Ia menjelaskan, jadwal pemadaman memang tidak dipungkiri bisa berubah sewaktu-waktu seperti telah disampaikan dalam pengumuman. Penurunan kapasitas daya memaksa PLN menambah lokasi pemadaman. 

"Kami tentu saja menyadari kondisi ini. Mudah-mudahan cuaca mendukung, karena kalau panas kemampuan mesin itu bisa turun sampai 25 persen. Ini sangat mempengaruhi naik turunnya kapasitas daya yang dihasilkan mesin pembangkit," kata dia. 

Sementara itu, manajemen PLN Timika akan menyusun kembali jadwal pemadaman bergilir, menyusul adanya permintaan dari warga agar setidaknya pemadaman tidak sampai 6 jam dalam sehari. 

"Hari ini juga (Kamis, 28/3) kami akan diskusikan di kantor. Jadwal akan kami rubah lagi, sehingga bagaimana nanti jadwal pemadaman tidak sampai selama itu," kata Hotman usai unjuk rasa ratusan mahasiswa STIE Jambatan Bulan di kantor DPRD Mimika, Kamis. 

Menurut Hotman, pihaknya juga telah memutus sementara 13 pelanggan dengan kebutuhan daya cukup besar, misalnya hotel, swalayan hingga restoran guna kelancaran pelaksanaan UNBK tingkat SMK sejak Senin (25/3). 

"13 pelanggan besar diputus berhasil save daya 2,1 MW. Ini untuk mengantisipasi UNBK, kami memang sudah memikirkan skenario ini dan syukur sampai hari ini tidak ada keluhan," katanya. 

Adapun 13 mesin pembangkit diesel milik PLN Timika mengalami kerusakan dan mengakibatkan defisit daya sekitar 4-5 MW, sehingga terpaksa dilakukan pemadaman bergilir. 

Mengatasi kondisi tersebut jajaran PLN Timika berupaya melakukan perbaikan, disamping mendatangkan mesin baru berkapasitas 3 MW yang kini sudah dalam perjalanan dan diperkirakan tiba di Pomako 4 April. 

"Mobilisasi dari Pomako dan proses instalasi bisa memakan waktu 10-15 hari. Sementara menunggu mesin baru, kami sudah kerjakan pondasi dan sebagainya, sehingga begitu mesin datang bisa langsung dilakukan instalasi untuk mengurangi waktu pemasangan," kata dia.

Selain itu, lanjut Hotman, masih ada dua mesin pembangkit berkapasitas 2,5 MW didatangkan dari Surabaya untuk mengganti dua mesin yang mengalami kerusakan cukup parah.

"Mesin tersebut dalam perjalanan juga, cuma kami belum update posisi terakhir kapalnya sudah dimana. Kalau ini masuk, ditambah perbaikan lainnya, maka akhir April kita harapkan sudah tidak ada pemadaman bergilir," ujarnya.

Sementara untuk jangka panjang sekaligus mengantisipasi persiapan PON XX pada 2020 mendatang, PLN Timika sementara menggenjot pembangunan pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) di Pomako.

"Mesinnya sudah ada di Pomako. Kemudian infrastruktur pendukungnya, kami sedang mengerjakan gardu induk di SP 4. Targetnya, awal tahun 2019 PLTMG ini sudah beroperasi," pungkas Hotman. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan