Tiga Tersangka Peragakan 10 Adegan Keroyok Pemuda Hingga Tewas

Jumat, 29 Mar 2019 21:15 WIT
Rekonstruksi kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang pemuda di Jalan Bougenville, Timika. (Sevianto Pakiding/SP)

TIMIKA |  Satreskrim Polsek Mimika Baru dan Tim Inafis Polres Mimika menggelar rekonstruksi kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang pemuda Yohanis Bosco Hemar (19) di Jalan Bougenville, Timika, Papua, pada 4 Februari 2019 lalu.

Rekonstruksi yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Mimika Baru Ipda Andi Suhidin digelar di lokasi kejadian, depan Bank BRI Unit Bougenville Timika, Jumat (29/3), melibatkan tiga tersangka yang memperagakan sebanyak 10 adegan. 

Dalam rekonstruksi tersebut, terungkap bahwa awalnya korban dalam pengaruh minuman keras (miras) menegur para tersangka yang juga sementara duduk menenggak miras di lorong depan.

Korban yang sempat kembali menjeput temannya, juga melempar botol minuman keras ke arah para tersangka yakni OTR alias Otis, RRM alis Ricki, GAM alias Aci, Diego (DPO) dan Simson alias KK Napi (DPO).

"Korban melempar dan mengenai kepala salah satu tersangka. Jadi sebetulnya pihak korban yang memancing sehingga mengundang reaksi para tersangka," kata Ipda Andi Suhidin.

Setelah itu, kelima pelaku kemudian mengejar dan menganiaya korban secara bersama-sama ketika korban terjatuh di tempat memarkir motornya, tepat di depan kantor Bank BRI Unit Bougenville. 

"Peranan dari setiap tersangka sudah tergambar jelas dalam rekonstruksi ini. Semua tersangka sudah mengakui bahwa mereka terlibat melakukan pengeroyokan," ujar Andi. 

Usai melakukan penganiyaan, para tersangka kemudian membawa korban ke arah lampu merah Jalan Bougenville. Di situ masih terjadi penganiayaan hingga korban tak berdaya dan meninggal dunia. 

"Termasuk tersangka yang DPO juga ikut memukul di sana. Jadi dipastikan bahwa benar telah terjadi pengeroyokan, pemukulan, yang mengakibatkan korban meninggal dunia," ujar Andi.

Rekonstruksi yang dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Mimika Habibi Anwar dan Kuasa Hukum para tersangka, Marjan Tusang, digelar untuk melengkapi berkas perkara. 

Para tersangka dalam kasus ini dijerat dengan pasal 170 ayat (2) ke 2 dan 3 KUHPidana tentang tindak pidana kejahatan terhadap ketertiban umum (pengeroyokan). (rum/SP)

Kategori:
Bagikan