TNI di Perbatasan Amankan 4,2 Kg Ganja Kering Hanya Dalam Dua Hari

Senin, 01 Apr 2019 11:01 WIT
Satgas Pamtas RI-PNG menemukan narkotika jenis ganja dalam tas noken tak bertuan. (Foto: Dok Pendam XVII Cenderawasih)

TIMIKA | Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG dari Yonif PR 328/DGH, terus menggencarkan sweeping dan patroli untuk mencegah barang terlarang seperti narkoba masuk ke wilayah Indonesia.


Dalam dua hari saja, Satgas Pamtas Yonif PR 328/DGH berhasil menyita 4,2 kilogram ganja kering dan 100 gram ganja basah, beserta para pelaku yang menyelundupkan barang terlarang tersebut dari Papua New Guinea. 


Komandan Satgas Pamtas Yonif PR 328/DGH, Mayor Inf Erwin Iswari mengatakan, ganja seberat 3,5 Kg ditemukan saat dilakukan sweeping yang dipimpin Sertu M. Husni di Pos Yetti, Sabtu (30/3). 


"Pengendara motor atasnama RW (21) Warga Kriko melintasi pos, saat diperiksa ditemukan 3.500 gram ganja yang ada di ransel dan rencana akan di edarkan. Pelaku telah kami serahkan ke pihak berwajib untuk diproses hukum,” kata Mayor Erwin, seperti dikutip Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi. 


Selanjutnya pada Minggu (31/3), personel TNI di Pos Mosso yang dipimpin Serda Irfan kembali menemukan 700 gram ganja kering dalam sebuah tas Noken tak bertuan, di jalan setapak Km 14 yang biasa dijadikan jalan tikus penyelundupan barang ilegal dari PNG.


"Barang terlarang tersebut ditemukan saat personel Pos Mosso melakukan patroli," ujar Mayor Erwin. 


Menurut Erwin, modus peredaran narkotika jenis ganja di wilayah perbatasan sangat beragam dengan maksud mengelabui petugas. Dengan demikian, dibutuhkan ketelitian oleh setiap personel ketika melakukan pemeriksaan barang bawaan warga. 


“Dibutuhkan kepekaan terhadap modus yang digunakan oleh para pelaku. Namun kami akan terus melakukan upaya-upaya untuk mencegah peredaran barang terlarang dan ilegal ini," katanya. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan