Gubernur Papua Paparkan Situasi Pasca Banjir Sentani Kepada Presiden

Senin, 01 Apr 2019 18:14 WIT
Suasana Gubernur Papua Lukas Enembe memaparkan situasi banjir bandang Sentani kepada Presiden Joko Widodo (Foto: Antara)

JAYAPURA | Gubernur Papua Lukas Enembe memaparkan kondisi banjir bandang dan luapan air danau Sentani yang terjadi beberapa waktu lalu kepada Presiden Joko Widodo begitu rombongan tiba di ruang VIP Bandara, Sentani, Senin (1/4) pukul 13.30 WIT.

Gubernur Lukas mengatakan banjir dan luapan air danau Sentani itu merusak ratusan ribu dan juga ratusan korban jiwa. "Bencana banjir Sentani menelan 105 korban jiwa meninggal dan kerusakan mencapai lebih dari Rp1 miliar lebih,” kata Lukas Enembe. 

Gubernur juga menjelaskan secara detail kerusakan yang dialami masyarakat korban banjir dan luapan air danau Sentani.

Akibat banjir dan luapan air danau Sentani, kata Gubernur Lukas, mengakibatkan ribuan warga mengungsi ke beberapa titik di Sentani di antaranya di GOR Toware, Distrik Waibu, Gunung Merah Sentani, dan Puspenka Sentani.

Bencana banjir bandang Sentani terjadi pada Sabtu (16/3) di Distrik Sentani, Distrik Waibu, Distrik Sentani Barat, Distrik Ravenirara, dan Distrik Depapre. Data BNPB menyebutkan 112 orang meninggal dunia, 2.287 rumah rusak akibat bencana itu.

Usai kejadian bencana banjir, luapan air danau Sentani merendam sejumlah rumah warga yang bermukim di sekitar Danau Sentani sehingga sejumlah penduduk terpaksa mengungsi. 

Adapun sejumlah pejabat menyambut kedatangan Presiden antara lain Gubernur Papua Lukas Enembe, Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring dan Kapolda Papua, Irjen Pol Martuani Sormin, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo.

Setelah pemaparan dari Gubernur, Presiden Jokowi menyaksikan penandatanganan kerja sama antara lain Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Bappenas, Wali kota Jayapura. 

Kemudian Bupati Jayapura, Bupati Kerom, Pemprov Papua, Universitas Cenderawasih, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), organisasi keagamaan, Dewan Adat Suku Sentani, dan PT Freeport Indonesia.

Nota Kesepakatan yang ditandatangani  sebagai pedoman bersama dalam mendukung pelaksanaan kegiatan rehabilitasi kawasan pegunungan Cycloop dan pemulihan daerah aliran sungai Sentani secara terencana, terpadu dan menyeluruh yang menjadi tanggung jawab para pihak pasca banjir bandang.

Usai penandatanganan, Presiden menuju GOR Toware, Distrik Waibu, Sentani Barat, Kabupaten Jayapura untuk meninjau kondisi pengungsi korban banjir bandang Sentani. (Antara/rum/SP)

Kategori:
Bagikan