Kapolres Mimika Imbau Warga Laporkan Bila Temukan Uang Palsu 

Selasa, 02 Apr 2019 14:49 WIT
Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto

TIMIKA | Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto meminta warga melaporkan bila menemukan uang palsu selama ajang Pemilu 2019.


"Laporkan bila ada ditemukan uang palsu," ungkap AKBP Agung, di Timika, Selasa (2/4).


Hingga kini Kepolisian Resor Mimika belum menerima adanya laporan warga ataupun informasi peredaran uang palsu selama ajang Pemilu. 


Meski demikian, Ia mengimbau warga tetap mewaspadai peredaran uang palsu. Apabila menemukannya, segera dilaporkan. 


"Kami tidak ada tim khusus, tapi bila ada peredaran uang palsu laporkan, kami akan menindaklanjutinya untuk diproses hukum," tegas AKBP Agung. 


Sebelumnya, Kepolisian Republik Indonesia memprediksi peningkatan penyebaran uang palsu dalam ajang Pemilu 2019. 


Hal itu disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Jakarta (5/3) lalu. 


Menurutnya, momentum yang rentan di tahun politik saat ini sebetulnya ada dalam Pemilihan Legislatif. 


Terkait uang palsu, tak jarang kampanye di daerah dijadikan ajang penyebaran uang palsu lantaran dianggap efektif bagi para pengecer. 


“Penyebaran terbanyak uang palsu itu di daerah-daerah. Di desa-desa,” kata Dedi. 


Ajang pemilihan bukan berarti para kontestan yang melakukan penyebaran uang palsu. Namun, motifnya, bisa lewat aksi belanja para pengedar di perniagaan-perniagaan konvensional.


“Biasanya bisa tiga banding satu. Tiga lembar uang, ada satu yang palsu. Atau empat banding satu,” ujar dia.


Mabes Polri mencatat, di luar tahun Pemilu sebetulnya penyebaran uang palsu di Indonesia terbilang fluktuatif. 


Kata Dedi, menengok catatan Kepolisian dalam tiga tahun terakhir, peredaran uang palsu naik turun.
 

Pada 2016, Kepolisian mencatat angka tinggi dalam peredaran uang palsu yang mencapai nominal sita, sekitar Rp 21 miliar. Setahun berikutnya, pada 2017, uang palsu yang berhasil disita, menurun sebesar Rp 4 miliar.


Namun pada 2018, penyitaan uang palsu kembali meningkat mencapai Rp 14 miliar. Tahun ini, sampai pekan pertama Maret 2019, kepolisian berhasil menyita uang palsu senilai Rp 1,9 miliar. 


Angka tersebut, Dedi yakini akan meningkat. Apalagi penyebaran uang palsu, sudah menjadi semacam sindikat dengan produksi kelas pabrikan. 


“Proses pembuatannya pun sudah semakin canggih,” ujar dia. (Ipa/Rep/SP)

Kategori:
Bagikan