Satpol Airud Mimika Tarik Bangkai Ikan Paus ke Arah Laut

Rabu, 03 Apr 2019 12:23 WIT
Kapal Satpol Aitud menarik bangkai ikan paus ke arah lautan.

TIMIKA | Bangkai ikan paus yang terdampar di pinggiran pantai Kampung Timika Pantai, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika, Papua, sudah ditarik ke arah laut.

Kasatpol Airud, Iptu J Limbong mengatakan, pada Senin (2/4) sekitar pukul 18.00 WIT semua pihak, mulai Satpol Airud, pengawas sumber daya kelautan dan perikanan (PSDKP), kepala distrik, dan tokoh masyarakat, dan masyarakat setempat sepakat menarik bangkai ikan paus ke laut.

Tujuannya, agar bangkai ikan tersebut tidak mengganggu dan merugikan masyarakat. Apalagi di daerah tersebut merupakan tempat mata pencaharian.

"Penanganan untuk bangkai ikan paus tersebut, kalau tidak ditenggelamkan ya dikubur. Tapi kalau dikubur butuh peralatan berat, karena mengingat berat ikan paus. Sehingga kami putuskan untuk menenggelamkan ke laut," kata Iptu Limbung saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (3/4).

Kata dia, dari kesepakatan tersebut, maka dengan menggunakan kapal dari Polairud dan kapal masyarakat berupaya menarik bangkai ikan ke laut. 

Namun, karena kondisi yang tidak memungkinkan, dimana kondisi perairan yang bergelombang tinggi. Ditambah kapasitas kapal yang terbatas, sehingga mampu menarik bangkai ikan sejauh 2 kilometer dari lokasi terdampar.

"Ya intinya, kami berupaya menarik bangkai ikan agar tidak meledak dan tidak menggangu masyarakat
 Karena bangkai ikan paus tersebut sudah menyengat," ujarnya.

Ia mengatakan, walaupun demikian, pihaknya sudah mematok bangkai ikan tersebut dengan kayu, agar tidak terbawa arus dan kembali ke pesisir pantai.

Langkah ini merupakan upaya sementara, sembari menunggu situasi dan kondisi perairan. Dimana dari data BMKG, saat ini cuaca di perairan kurang mendukung.

"Kami masih berupaya, agar bangkai bisa dibawa ke tengah laut. Dan kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait, dalam hal ini PSDKP serta lainnya," tuturnya.

Ia menambahkan, untuk akibat kematian ikan paus tersebut belum bisa diketahui. Namun PSDKP sudah mengambil sampel untuk dilakukan penelitian.

"Yang bisa mengetahui tewasnya ikan adalah PSDKP. Kami hanya mendukung penanganan terhadap bangkai ikan paus yang terdampar di pinggir pantai," ungkapnya.(mkr/SP)

Kategori:
Bagikan