Tim Penyelamat Berupaya Evakuasi Dua Karyawan Freeport Pasca Insiden

Kamis, 04 Apr 2019 18:54 WIT
Upaya pencarian korban yang dilakukan tim ERG dan polisi di lokasi longsoran. (Foto: Ist)

TIMIKA | Hingga Kamis (4/4) sore, dua orang karyawan PT. Freeport Indonesia belum berhasil dievakuasi pasca insiden di area Ore Bin 6 Conveyor 66, Mile Post 74, Tembagapura, Mimika, Selasa (2/4) lalu.

Freeport Indonesia saat itu juga telah mengerahkan tim Emergency Response Group (ERG), untuk melakukan upaya evakuasi dua karyawan yang diduga terdampak jatuhnya material dari jalur pengangkutan batuan bijih. 

Kedua korban yang belum ditemukan yakni Kawi Yanto Waroy dan Taufik Adnin Rasyad. Sementara dua karyawan lainnya selamat dan mengalami cedera ringan yaitu Meksy Kemuan dan Yohanis Yoku telah dievakuasi pada Selasa sore.

"Tim rescue terus mencari dua karyawan yang hilang. Sedangkan dua korban selamat dengan cedera ringan telah dievakuasi dan masih dalam observasi pihak medis di rumah sakit," kata Juru Bicara PT. Freeport Indonesia Riza Pratama saat dikonfirmasi seputarpapua.com, Kamis (4/4) sore. 
 
Riza mengatakan, insiden terjadi ketika material dari Pit Grasberg meluncur dengan cepat melalui area Ore Bin 6, dimana para karyawan sedang melakukan perbaikan sebuah feeder yang rusak di area tersebut.

"Para petugas Geo Engineering dan Inspektur Tambang tengah dan akan melakukan investigasi di lokasi kejadian," kata Riza. 

Pasca insiden di jalur pengangkutan bijih dari tambang bawah tanah tersebut, Riza memastikan aktivitas produksi tetap berjalan normal, disamping upaya evakuasi korban masih terus dilakukan. 

"So far (sejauh ini) normal. (dua korban) sedang dan masih dalam proses evakuasi," jelas Riza, selaku Vice President Corporate Communication PT. Freeport Indonesia. 

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto menjelaskan, awalnya terjadi gangguan pada Feeder 6 Ore Bin yang diduga akibat adanya batuan yang menghambat feeder tersebut sehingga mengalami macet. 

"Dari keterangan Meksy Kembuan (korban selamat) bahwa ketika itu Sdr. Meksy melakukan pembersihan Feeder tersebut yang mengalami gangguan," kata Marlianto. 

Setelah dilakukan pembersihan, korban beristirahat kemudian dilakukan test feeder namun masih mengalam gangguan, sehingga kembali dilakukan pembersihan.  Sementara mekanik melakukan perbaikan feeder dan Ore Bin.

Selanjutnya setelah dibersihkan, Meksy menuju ke Head 66 untuk menyalakan Bim Blast, namun belum sampai di Head 66, terjadi longsor batuan dari dalam Ore Bin 6. 

Mendengar adanya material yang ambruk berjatuhan, korban kemudian lari menuju head 66 lalu berteriak meminta bantuan kepada mekanik dan electrical yang berada di area itu. 

"Selanjutnya sekitar 5 menit kemudian bantuan teman kerja electical datang membantu Sdr Meksy dimana mengalami luka lecet dan bengkak pada lutut kiri akibat terjatuh saat lari," jelas Marlianto. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan