Begini Sulitnya Proses Evakuasi Karyawan Freeport yang Tertimbun Material

Sabtu, 06 Apr 2019 20:43 WIT

TIMIKA | Keluarga besar PT. Freeport Indonesia berduka atas insiden yang menewaskan dua karyawan di tambang bawah tanah, area Ore Bin 6, Conveyor 66 Feeder 6 MLA, pada Rabu (3/4). 


Kedua jasad korban atasnama Taufiq Adnin Rasyad (4O) dan Kawi Yanto Waroy (24), yang bekerja di Departemen Ore Flow baru berhasil ditemukan dan dievakuasi pada hari keempat pencarian, Sabtu (6/4) dini hari.


Kapolsek Tembagapura AKP Hermanto menjelaskan kronologis bagaimana tim evakuasi yang terdiri dari kepolisian dan kru penyelamat tambang perusahaan, melakukan pencarian korban yang tertimbun material di area terowongan. 


Proses evakuasi berlangsung cukup alot. Mulai dari perusahaan mengerahkan alat scanning untuk mendeteksi MST/GPS yang terpasang pada baterai lampu helm yang digunakan kedua korban. Begitupun dengan cara manual.


Menurut Hermanto, titik terang pencarian bermula ketika tim evakuasi menemukan sepatu dan kaca mata yang milik salah satu korban pada Jumat (5/4) sekitar pukul 23.25 WIT malam.


"Pada pukul 00.15 Wit dini hari, tim evakuasi akhirnya menemukan bagian tubuh korban yang sebagian masih tertimbun dengan material," ungkap Hermanto. 


Selanjutnya, AKP Hermanto memimpin langsung beberapa personelnya dari Unit Reskrim Polsek Tembagapura menuju lokasi kejadian di Ore Bin 6 Underground,  untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 


"Yang mana pada saat itu hanya terlihat kaki korban dan sebagian dari tubuh korban yang masih tertimbun oleh material. Selanjutnya, tim evakuasi membersihkan material yang menimbun korban," katanya. 


Setelah dilakukan olah TKP, jasad korban pertama, Taufiq Adnin Rasyad, kemudian dimasukkan ke dalam kantong jenazah lalu dibawa ke Rumah Sakit Tembagapura. 


"Pada pukul 02.30 WIT, tim evakuasi kembali melanjutkan pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan," kata dia. 


Berlangsung hampir dua jam atau pada sekitar pukul 04.26 WIT, salah satu dari tim evakuasi melihat adanya tanda-tanda keberadaan jasad korban kedua, yang berjarak sekitar dua meter dari posisi ditemukannya korban pertama.


Ternyata posisi korban terhalang dengan tumpukan material lumpur bercampur bebatuan dan potongan besi, sehingga menyulitkan proses evakuasi. 


"Pada pukul 06.30 WIT, korban kedua sudah kelihatan. Tim evakuasi membersihkan material yang menutup korban dan anggota Reskrim melakukan olah TKP.  Proses evakuasi lambat dikarenakan korban terjepit di antara pipa," jelasnya. 


Dengan segala upaya, pukul 08.05 WIT jasad korban kedua atasnama Kawi Yanto Waroy akhirnya berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian, selanjutnya dibawa ke mobil ambulance RS. Tembagapura.


Kedua jenazah korban akan dimakamkan di kampung halaman masing-masing, Taufiq Adnin Rasyad diberangkatkan ke Palopo, Sulawesi Selatan, dan Kawi Yanto Waroy ke Jayapura. 


Manajemen perusahaan atas nama segenap keluarga besar PT. Freeport Indonesia menyampaikan duka cita dan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. 


Perusahaan dengan melibatkan pihak lnspektur Tambang kini tengah melakukan proses investigasi internal atas insiden ini.


Di samping itu, dalam situasi yang sangat sulit tersebut, perusahaan terus mengingatkan kepada seluruh karyawan agar tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan di tempat kerja. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan