Pedagang Keluhkan Sejumlah Persoalan di Pasar Sentral Timika

Senin, 08 Apr 2019 17:16 WIT

TIMIKA | Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika, Papua diminta memperhatian kebersihan di Pasar Sentral Timika. Pasalnya, sampah berserakan dimana-mana sehingga mengesankan kekumuhan. 


Salah satu pedagang di Pasar Sentral Timika Eny mengatakan, kebersihan pasar mulai jarang diperhatikan oleh instansi terkait. Padahal, setiap hari pedagang ditagih retribusi sampah.  


"Tiap hari kami para pedagang membayar retribusi sampah Rp3 ribu sampai Rp5 ribu untuk kebersihan lapak-lapak kami, tetapi kenyataannya tidak ada petugas yang membersihkan," tutur Eny kepada seputar papua, Senin (8/4). 


Besaran retribusi sampah setiap pedagang berbeda, tergantung besar kecilnya lapak atau los tempat berjualan. 


Selain masalah sampah, Eny juga meminta UPTD Pasar Sentral meninjau ulang jam buka pasar sore. Pasalnya, para pedagang pasar sore sudah mulai membuka dagangannya pada pukul 13.00 waktu Timika.


"Pasar sore yang dibuat itu saya rasa kurang tepat karena tidak menentu, kadang jam 1 siang sudah di buka pasar sore, dengan begitu kami yang berjualan di dalam pasar sepi pembeli," jelas Eny

 

alt text


Eny juga mengkritisi banyaknya pasar yang saling berdekatan sehingga mengurangi pendapatan para pedagang di Pasar Sentral. 


"Kami dipindahkan kesini (pasar sentral), tapi pedagang di Pasar lama dan Pasar gorong-gorong tidak ditertibkan. Jelas ini merugikan kami yang ada di Pasar Sentral karena masyarakat datang membeli didekat pemukimannya. Padahal dua Pasar itu telah dianjurkan untuk ditertibkan," tuturnya. 


Eny juga meminta kejelasan terkait rencana pengaspalan jalan dalam Pasar.  


"Kami pedagang di pasar Sentral pertanyakan kepada Disperindag, apakah setelah pengaspalan kami berhak kembali menempati lapak-lapak kami ataukah bagaimana," jelas Eny. 


"Jika saat dipindahkan nanti apakah sudah ada tempat yang disiapkan untuk kami tempati sementara. 
Semoga pemerintah bisa lebih memperhatikan hal ini," tutur Eny. (Cr-2/SP)

Kategori:
Bagikan