634 Calon Penumpang di Mimika Ikuti Rapid Test Gratis, 6 Tidak Layak Terbang

RAPID TEST | Seorang warga yang terjaring PSDD di pertigaan Jalan Cenderawasih - Budi Utomo saat di-rapid test antibodi oleh petugas medis. (Foto: Sevianto/SP)
Ilustrasi Rapid Test

TIMIKA | Hingga kini sebanyak 634 calon penumpang di Mimika, Papua, mengurus surat rekomendasi perjalanan dengan rapid test secara gratis di fasilitas kesehatan milik pemerintah.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Mimika Reynold Ubra mengatakan, enam dari 634 calon pelaku perjalanan tersebut ternyata reaktif rapid test dan harus menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Ada 6 orang atau 1 persen yang tidak layak terbang, dan harus menjalani isolasi mandiri,” katanya melalui video conference yang difasilitasi Diskominfo Mimika, Rabu (10/6) malam.

Ia mengapresiasi para pelaku perjalanan yang telah mengikuti alur pelayanan untuk memperoleh rekomendasi perjalanan yang dikeluarkan oleh Ketua Gugus Tugas Covid-19 Mimika dalam hal ini Bupati Eltinus Omaleng.

“Sebanyak 634 orang telah kami bantu untuk mengurus surat keterangan sehat supaya mendapat rekomendasi perjalanan dari ketua gugus tugas,” katanya.

Menurut Reynold, Pemkab Mimika melalui Tim Gugus Tim Tugas Covid-19 sebenarnya memprioritaskan rapid test bagi mereka yang memiliki kontak dengan kasus positif, yaitu PDP, ODP, dan OTG.

Akan tetapi, Pemkab Mimika sementara melayani kebutuhan rapid test bagi pelaku perjalanan, mengingat cukup banyak warga yang terjebak selama pemberlakuan PSDD.

“Sejak 26 Maret lalu banyak pelaku perjalanan yang terkunci dan tidak bisa kembali ke daerah asalnya karena di Papua diberlakukan PSDD,” kata dia.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar