KPU Mimika Tandatangani Kontrak Kerjasama Pendistribusian Logistik

Selasa, 09 Apr 2019 16:35 WIT
Penyerahan kontrak kerjasama pendistribusian logistik Pemilu dari PPK kepada Pimpinan PT Trans Mimika selaku pihak ketiga, yang disaksikan Ketua KPU Mimika. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Komisi Pemilhan Umum (KPU) Mimika, Selasa (9/4) melakukan penandatangan kontrak kerjasama paket pekerjaan pengadaan jasa lainnya, distribusi logistik Pemilu 2019 dengan pihak ketiga, yakni PT Trans Mimika.

 

Ketua KPU Indra Ebang Ola mengatakan, untuk melaksanakan Pemilu yang aman dan lancar sesuai harapan, ada beberapa hal yang sudah dilakukan oleh KPU selaku penyelenggara, baik internal maupun eksternal. 

 

Kegiatan eksternal, seperti melakukan pendistribusian logistik Pemilu oleh PT Trans Mimika yang memenangkan tender.

 

“Kepercayaan yang diberikan untuk dijalankan dengan sebaik mungkin, agar pelaksanaan pesta demokrasi ini bisa berjalan baik,” kata Indra di Kantor KPU Mimika.

 

Apabila dalam pendistribusian menemui kendala  segera dikoordinasikan, agar bisa dicarikan jalan keluarnya dengan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Forkopimda.

 

“Mari jadikan momen ini menjadi semangat demokrasi bagi kita semua. Kepada masyarakat untuk cerdas dalam memilih dan tidak golput,” himbaunya.

 

Menyangkut pelaksanaan pendistribusian logistik, KPU Mimika dan pihak ketiga sepakat dilaksanakan selama satu minggu. Dengan waktu tersebut, diharapkan bisa dilakukan dengan baik, khususnya untuk daerah pesisir dan pedalaman.

 

Untuk wilayah perkotaan, kemungkinan dilakukan mendekati hari H untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

 

“Denah lokasi TPS sudah diserahkan. Sehingga dalam pelaksanaan pendistribusian nanti melibatkan PPD dan PPS, untuk melakukan pengawalan logistik,” tuturnya.

 

Sementara Ketua Pokja Pelelangan, Anton Pasoro mengatakan, pelaksanaan pelelangan dilakukan sesuai Keppres nomor 16 tahun 2018, tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah.

 

Pada pekerjaan ini dilakukan pengumuman pelelangan secara elektronik melalui LPSE. Sehingga semua pihak memiliki kesempatan sama.  Ada 14 pihak yang melakukan pendaftaran, namun hanya satu yang memasukkan penawaran.

 

“Setelah dilakukan evaluasi, kami putuskan PT Trans Mimika sebagai pemenang tender,” katanya.

 

Kata dia, pada evaluasi ini, pihaknya melihat tiga kriteria, yakni administrasi, teknis, dan penawaran harga. "Dimana kita menggunakan sistim penawaran harga terendah dan sistim gugur. Sementara administrasi lebih kepada pengajuan surat penawaran. Sedangkan teknis, menyangkut kepemilikan armada dan pengalaman dalam melaksanakan distribusi logistik,"katanya.

 

“Dari tiga kriterian tersebut, PT Trans Mimika memenuhi semua unsur dan hanya dia yang mengajukan penawaran,” ujarnya.

 

Menyangkut besaran penawaran, Anton menjelaskan, untuk pendistribusian logistik  berasal dari APBD melalui nota perjanjian hibah daerah (NPHD) sebesar Rp.12.109.000.000 dan nilai HPS Paket Rp.12.108.888.000.

 

Namun, nilai itu mengalami perubahan, yakni Rp11.998.360.000. Sementara penawaran yang diajukan oleh PT Trans Mimika sebesar Rp.11.721.800.000. Nilai itulah yang disepakati bersama dalam perjanjian kerjasama ini.

 

“Disini, kami tidak melakukan kongkalikong maupun lainnya. Tetapi berdasarkan aturan yang ada. Semuanya sudah dilakukan secara elektronik. Sehingga semua bisa mengaksesnya,” kata Anton.(mkr/SP)

Kategori:
Bagikan