Partai Perindo Optimis Raih Satu Fraksi di DPRD Mimika

Selasa, 09 Apr 2019 21:58 WIT
DPD Perindo Mimika saat melakukan kampanye akbar di Pemilu 2019. (Foto: Ist/SP)

TIMIKA | Rasa optimis untuk bisa mendapatkan kursi di parlemen daerah sangat terasa di setiap partai politik (parpol) peserta Pemilu. Salah satunya DPD Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Mimika yang menyakini bisa meraih satu fraksi di DPRD Mimika.

Keoptimisan ini disampaikan para kader dan calon legislative (caleg) DPD Partai Perindo saat melakukan kampanye akbar di pasar lama, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua, Selasa (9/4). 

Keoptimisan ini pun disambut antusias ratusan pendukung dan simpatisan yang mengikuti kampanye. 

Pada kampanye tersebut, satu persatu caleg Perindo memperkenalkan diri, serta menyampaikan visi-misi apabila terpilih dan duduk di kursi parlemen nanti.

Ketua DPD Perindo Mimika, H. Munawir Yakub mengatakan, walaupun Partai Perindo ini masih baru dan muda, namun dengan kedatangan dan memberikan dukungan dari masyarakat serta simpatisan dalam kampanye ini, semakin membuat rasa optimism tinggi dalam meraih satu fraksi di DPRD Mimika. 

“Meski baru, tapi kami yakin bisa masuk di kursi DPRD Mimika. Apalagi Perindo Mimika telah melakukan beberapa program yang berpihak kepada masyarakat setempat. Ini dilakukan sebelum memiliki anggota di legislative dan dengan senang hati tanpa pamrih. Selain itu, di Indonesia Partai Perindo membagi gerobak dimana-mana, termasuk Mimika,” kata Munawir.

Munawir mengatakan, Perindo Mimika memiliki 35 caleg yang terbagi pada enam daerah pemilihan (dapil). Dengan caleg-caleg yang ada dan berkualitas ini, pihaknya menyakini pada setiap dapil bisa memperoleh satu kursi, sehingga satu fraksi bisa terwujud.

"Perindo sangat optimis melihat kekuatan hari ini, kami bisa memenangkan pertarungan di Mimika," ujarnya.

Munawir dalam kesempatan itu menegaskan, agar para caleg Perindo tidak membagi-bagikan uang kepada masyarakat atau money politic, dengan harapan untuk dipilih masyarakat.

"Kalau ada caleg yang kasih uang, maka menunjukkan tidak percaya diri. Karenanya, saya tegaskan, untuk tidak melakukan hal tersebut. Dan itu merusak demokrasi," tuturnya. (mkr/SP)

Kategori:
Bagikan