Trauma, Anak-anak di Sabron Gelisah Ketika Hujan Turun

Kamis, 11 Apr 2019 10:52 WIT
Salah satu jembatan di Sabron Sari yang roboh diterjang banjir bandang Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (16/3) lalu. (Foto: Antara)

JAYAPURA | Sejumlah anak yang tinggal di asrama Yayasan Laskar Kristus Pondok Pemuridan Kanaan di Sabron Sari, Distrik Sentani Barat,  Jayapura, Papua, gelisah ketika hujan turun, karena khawatir terjadi banjir lagi. 

 

"Kalau hujan itu kita tidak bisa tidur gelisah. Kalau hujan lama kita harus tunggu sampai rendah baru bisa tidur," kata Agnes Itlay salah satu siswa SMP Sabron Sari di Jayapura, Rabu (10/4). 

 

Menurut dia, jika hujan mereka menjaga anak-anak kecil yang masih TK yang sudah tertidur.

 

Dia mengatakan, bukan hanya dirinya yang gelisah dan tidak bisa tidur, namun semua anak disitu gelisah jika datang hujan.

 

"Kami semua disini rasa takut kalau hujan malam, atau siang. Kami tidak bisa tidur kalau malam hujan. Jika hujan sampai pagi kami tahan mata sampe pagi," katanya.

 

Ia menambahkan, sewaktu banjir bandang kala itu yakni Sabtu (16/3), mereka semua gelisah dan takut.

 

Tetapi pengelola asrama meminta mereka tenang dan menyuruh berkumpul untuk tidur di satu tempat.

 

"Air banjir semakin deras sehingga menyeret batang kayu besar merobohkan sekolah taman kanak-kanak yang ada di situ," katanya.

 

Berdasarkan data dari BNPB hingga akhir 2019, masih ada 5.347 jiwa mengungsi.

 

Banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (16/3) melanda beberapa lokasi di Sentani, Kabupaten Jayapura,  menyebabkan 105 orang meninggal dan 74 orang dilaporkan hilang. (Antara/SP)

Kategori:
Bagikan