Kepala Distambun Mimika: Olahan Hasil Pertanian Bernilai Ekononis

Jumat, 12 Apr 2019 11:20 WIT
Foto bersama Kepala Dinas Distanbun dengan para peserta dan hasil olahannya (Foto: Hadija/SP)

TIMIKA | Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan, Pelatihan dan Informasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, melalui Balai Latihan Masyarakat Jayapura melakukan pelatihan pengolahan hasil pertanian angkatan ke-II di Kabupaten Mimika 


Pelatihan ini bertujuan agar masyarakat ataupun kelompok tani dapat memproduksi hasil panennya menjadi bahan olahan yang bernilai ekonomis. 


Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Yohana Paliling menjelaskan, dalam pelatihan pengolahan pasca panen, tidak hanya teori, namun juga praktek dengan pembagian 2 hari teori dan 3 hari praktek. 


"Dalam pelatihan ini di berikan teori dan praktek langsung agar meningkatkan minat kelompok masyarakat yang dapat memberikan gambaran bahwa masyarakat tidak hanya bisa menanam namun juga bisa menjual atau dimanfaatkan dengan cara mengolahnya menjadi nilai yang bermanfaat," tutur Yohana


Dalam pelatihan tersebut diikuti kelompok ibu-ibu dari kampung Mawokau Jaya, Kampung Nawaripi, Kampung Mandiri, dan Kampung Kadun Jaya. 


"Dengan adanya pelatihan tersebut kelompok-kelompok tani yang ada diharapkan dapat meningkatkan sinergitas dalam pengelolaan pasca panen," tutur Yohana saat ditemui di Ruang Kerjanya di Kantor Pertanian dan Perkebunan, Jalan Poros Mapurujaya KM 7, Kamis (11/4)


Pelatihan pengolahan pasca panen tersebut menurut Yohana, mengacu pada Motto Gubernur Papua, yaitu Tanam, Petik, Jual dan Olah. 


Yohana juga menyampaikan bahwa dalam praktek tersebut semua bidang turut serta, baik itu Bidang Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultural. 


"Tanaman pangan pengolahan pasca panen yang sudah berjalan adalah  pengolahan tanaman keladi, petatas menjadi keripik-keripik. Hanya saja  masih sedikit masyarakat kita yang  berminat, padahal dinas sudah memberikan alat untuk mengolah," ujarnya. 


Selain itu, pasar untuk menjual hasil olahan ini masih kurang khususnya di Kabupaten Mimika. 


"Melihat akan hal itu makanya sekarang kita menyediakan toko oleh-oleh agar masyarakat Mimika bisa memasukan hasil olahannya untuk dijual," tutur Yohana


Yohana menambahkan, untuk produksi hasil kebun bahan baku yang masih kurang saat ini adalah Keladi, dikarenakan harga keladi lebih mahal dibandingkan Petatas dan Pisang. 


"Kita berharap kepada semua peserta yang telah dilatih agar bisa berjalan, karena kita tidak hanya melatih namun juga memberikan bantuan berupa peralatan untuk mengolahnya," ujar Yohana (Cr-2/SP)

Kategori:
Bagikan