Umat Katolik Papua Berduka: Pastor Neles Tebay Tutup Usia

Minggu, 14 Apr 2019 21:51 WIT
Dr. Neles Tebay (Foto: Ist/Oase Papua)

TIMIKA | Salah satu Imam Katolik terkemuka di Tanah Papua, Pastor Dr. Neles Kebadabi Tebay, Pr tutup usia di Rumah Sakit St Carolus Jakarta, Minggu (14/4) pada pukul 12.15 WIB. 

Umat Katolik di Papua menerima berita duka ini di tengah perayaan peringatan Yesus memasuki Kota Yerusalem (Minggu Palma). Berita duka dibenarkan Pastor Paroki Katedral Tiga Raja Timika, Amandus Rahadat, Pr. 

"Siang ini, Romo Sipri Hormat, Sekjen KWI mengirim berita duka sbg manusia, berita mulia sbg org percaya. Bahwa jam 12.15 waktu Jakarta, telah memasuki Yerusalem Surgawi, rumah Bapa, Pastor Dr Neles Tebay Pr," tulis Pastor Amandus, Minggu malam.

Pastor Amandus menulis, almarhum Neles Tebay adalah salah satu putra terbaik Papua, intelektual Papua, seorang pastor yang merupakan tiang gereja dan harapan umat serta masyarakat Papua.

"Mari kita berdoa untuk almarhum, RIP, requiescat in pace," imbuh Pastor Amandus.

Pastor Neles Tebay lahir di kampung Goodide, distrik Kamu Utara, Kabupaten Dogiyai, Papua, 13 Februari 1964 – meninggal dunia di usia 55 tahun. Semasa hidup, Ia sering menulis artikel di surat kabar berbahasa Inggris, Jakarta Post.

Pater Neles Tebay, sapaannya, merupakan Koordinator Jaringan Damai Papua (JDP), sebuah organisasi yang Ia dirikan untuk menjembatani dialog Jakarta - Papua dalam menyelesaikan persoalan HAM dan politik, ideologi, di Bumi Cenderawasih.

Pastor lulusan Universitas Kepausan Urbaniana di Roma pada 2006 silam dan mendapat gelar master (MA) di Filipina, dikenal sebagai salah seorang tokoh yang selalu menyeruhkan perdamaian di tanah Papua.

Ia kerap bertentangan dengan cara pemerintah Indonesia menyelesaikan masalah Papua, antaralain dengan upaya penegakan hukum terhadap kelompok separatis. Ia menyarankan pemerintah mencari cara penyelesaian lebih efektif, permanen, salah satunya melalui dialog.

Tokoh masyarakat Mimika, Wilhelmus Pigai, mengenal Pastor Neles Tebay sebagai seorang imam katolik yang cinta damai dan memiliki keprihatinan sangat besar terhadap kehidupan rakyatnya di tanah Papua. 

"Ini dibuktikan dibentuknya Jaringan Damai Papua untuk mendorong dilakukan dialog Jakarta - Papua," kata Wilhelmus kepada Seputarpapua, Minggu.

Wilhelmus mengenang Pastor Neles Tebay sebagai seorang sosok imam gereja dan juga tokoh Papua yang bersahaja, bersikap sederhana, hidup sederhana, serta cinta pada keadilan dan kebenaran.

"Beliau memiliki sikap sopan santun yang sangat tinggi. Beliau juga memiliki keberanian berfikir dan menyatakan pikirannya dalam berbagai tulisan, diskusi," kata Wilhelmus. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan