Rawan KKB, Proses Pemungutan Suara di Nduga Dipastikan Aman

Selasa, 16 Apr 2019 16:11 WIT
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal

TIMIKA | Kepolisian Daerah Papua memastikan proses pencoblosan Pemilu 2019 di Kabupaten Nduga berlangsung aman meski di wilayah itu bercokol kelompok kriminal bersenjata (KKB). 

Kepolisian dibantu TNI menjamin pelaksanaan pemungutan suara tidak terganggu teror penembakan KKB pimpinan Egianus Kogoya yang kerap melancarkan penembakan di wilayah Nduga. 

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, proses distribusi logistik pemilu dan persiapan pemungutan suara yang dipusatkan di Kenyam, Ibu Kota Kabupaten Nduga, berlangsung aman. 

"Sementara dalam proses (distribusi logistik dan persiapan H-1). Sejauh ini tentu saja aman," kata Kombes Kamal saat dihubungi Seputarpapua dari Timika, Selasa (16/4). 

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan, hingga kini pihaknya belum menerima permintaan bantuan pengamanan dari KPU untuk pengawalan distribusi logistik pemilu.

"Pengamanan pemilu tetap melibatkan TNI. Kalau pengawalan distribusi logistik belum diminta. Apalagi di Nduga hanya ada satu tempat pemilihan yaitu di Kenyam," katanya.

Di kabupaten Nduga terdapat 94.216 pemilih yang akan memilih di 465 TPS. Nduga merupakan salah satu dari 12 kabupaten yang tersebar di wilayah pegunungan Papua diperbolehkan untuk menggunakan sistem Noken pada Pilpres dan Pileg 2019. 

Menyusul teror penembakan oleh KKB sejak akhir 2018, masyarakat di 12 distrik terpaksa mengungsi karena ketakutan. Para pengungsi tersebar antaralain di kabupaten Jayawijaya dan Lanny Jaya. 

Kapolres Jayawijaya, AKBP Tonny Ananda Swadaya memastikan teror yang kembali dilakukan KKB pada Senin (15/4) di Nduga tidak akan  menghambat pesta demokrasi di wilayah itu. 

Ia juga memastikan bahwa khusus untuk pengungsi Nduga yang kini berada di beberapa kabupaten lain, tetap akan menyalurkan hak politik pada Rabu 17 April. 

"Masyarakat yang mengungsi mereka tetap melaksanakan di wilayah masing-masing. Misalnya banti ada kebijakan untuk pengungsi Nduga di Kabupaten Lanny Jaya, mereka akan didatangi," kata dia. 

Mantan Kapolres Lanny Jaya ini mengatakan, pihaknya telah mendapat bantuan pengamanan dari Kalimantan Timur sebanyak 80 personel, dari Polda Papua sekitar 50 personel, dan Brimob 40 personel.

Adapaun untuk pengamanan pemilu 2019, Polda Papua mengerahkan 7.500 personel yang sebagian besar sudah disebar di 29 kabupaten dan kota.

Selain itu, Polda Papua juga mendapat bantuan sebanyak 7.500 personel TNI dari Kodam XVII Cenderawasih. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan