Tiga Lembaga Independen Pantau Pemilu di Mimika

Selasa, 16 Apr 2019 16:18 WIT
Komisioner Bawaslu Mimika menyematkan kartu tanda pengenal kepada perwakilan lembaga independen pemantau Pemilu. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Tiga lembaga independen, yakni Komite Independen Pantau Pemilu (KIPP), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) akan melakukan pemantauan Pemilu di Mimika.

Sebagai dasar pelaksanaan pemantauan Pemilu, Bawaslu Mimika memberikan kartu tanda pengenal. Kartu tanda pengenal diberikan, Selasa (16/4) di Sekretariat Gakkumdu Timika, Jalan Yos Sudarso oleh Komisioner Bawaslu Mimika, Koordinator Divisi Hukum, Data dan Informasi, Tony Lehander Agapa.

Tonny mengatakan, pemantau Pemilu 2019  sudah diatur dalam Undang-undang nomor 7 tahun 2017, tentang Pemilu dan Perbawaslu nomor 4 tahun 2018. 

Mimika hanya tiga lembaga independen yang memiliki sertifikat dari Bawaslu RI dan Bawaslu Provinsi, yakni KIPP, GMNI dan HMI.

"Dari dasar tersebut, kami mengeluarkan tanda pengenal. Sekarang ini yang perlu dilakukan pemantauan adalah pendistribusian  logistik, penempelan DPT ke TPS," katanya.

Kata dia, sebuah demokrasi bisa berjalan apabila banyak yang mengawasi, baik itu masyarakat, pemantau Pemilu, media.

" tanpa itu sebuah demokrasi tidak berjalan dengan harapan,"katanya.

Pemilu  merupakan sebuah proses demokrasi. Namun dalam pelaksanaannya ada hal-hal yang terjadi di luar aturan karenanya dibutuhkan pemantau Pemilu.

Pemantau pemilu sangat berat. Ini karena, mereka memiliki tugas yang luas, bukan hanya peserta dan pelaksanaan tetapi juga penyelenggara baik KPU maupun Bawaslu.

Karenanya, diharapkan membangun koordinasi dengan tingkatan atas, baik provinsi maupun pusat. Sehingga semua bisa berjalan dengan baik.

"Hasil pemantauan akan diserahkan ke Bawaslu, nantinya, akan dipilah apakah masuk ke ranah administrasi atau pidana. Kalau administrasi maka akan masuk ke DKPP. Sedangkan kalau pidana masuk ke Gakkumdu," terangnya.(mkr/SP)

Kategori:
Bagikan