Kasat Reskrim Polres Mimika Jadi Saksi Verbal Lisan Sidang KNPB

Selasa, 16 Apr 2019 17:13 WIT
Kasat Reskrim Polres Mimika dan anggotanya saat menjadi saksi verbal lisan. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP I Gusti Agung Ananta menjadi saksi verbal lisan, pada sidang dugaan makar dengan tiga terdakwa aktifis KNPB Timika.

Sidang yang digelar di ruang Cakra Pengadilan Negeri Kota Timika, Selasa (16/4) di Ketuai Majelis Hakim Relly D Behuku didampingi hakim anggota Fransiscus Y Baptista dan Steven C Walengkouw dengan terdakwa Yanto Arwekion, Sem Asso dan Edo Dogopia.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Habibi Anwar didampingi Achmad Bhirawa Bisawab. Sedangkan kuasa hukum tiga terdakwa, yakni Emanuel Gobay dan Veronica Koman.

Dihadirkannya Kasat Reskrim dalam persidangan tersebut, dikarenakan adanya pencabutan keterangan saksi Vincen Gobai dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Pada BAP tersebut, Vincen mempermasalahkan tiga pertanyaan dan jawaban, yakni pertanyaan "Sejak kapan saudara bergabung dengan KNPB dan siapa yang mengajak?"
Jawaban "Saya ikut gabung sekitar sembilan bulan dan merupakan keinginan sendiri".

Pertanyaan kedua, "Alasan masuk ke KNPB". 
Jawaban "Saya tidak memiliki alasan secara pasti. Dan ini merupakan inisiatif yang merupakan perjuangan rakyat Papua".

Pertanyaan ketiga, "Peranan Sem asso dan Yanto Arwekion" Jawaban "Sem Asso sebagai Ketua I PRD Mimika yang bertugas membantu KNPB. Yanto Ketua I KNPB Timika yang mengurus kelembagaan dan mengumpulkan massa untuk berjuang". 

Kata "mengumpulkan masa untuk berjuang" dipertanyakan oleh Vincent Gobay selaku saksi.

Dari tiga pertanyaan tersebut, Kasat Reskrim  didampingi penyidik pembantu Brigadir Fitriyadi menjelaskan, dalam melakukan pemeriksaan, pihaknya dibantu dua orang anggota. Dalam pelaksanaan pemeriksaan tidak ada tekanan karena sudah dilakukan koordinasi. 

"Pemeriksaan secara keseluruhan terhadap semua saksi dilakukan pada 7 Januari 2019 di Sekretariat KNPB, mulai pukul 17.00 - 05.00 WIT. Dan pemerio terhadap Vincent mulai 17.00-20.00 WIT," katanya.

Pemeriksaan di sekretariat KNPB ini sesuai dengan permintaan, hasilnya dituangkan semuanya ke dalam BAP dan dilakukan tanpa adanya pemaksaan.

Sebelum ditandatangani, pihaknya membacakannya dan meminta saksi dalam hal ini Vincent untuk membaca lagi.

"Memang ada koreksi dari Vincent, tapi itu sudah diperbaiki. Dan semua yang tertuang dalam BAP adalah yang sebenarnya," tuturnya.(mkr/SP)

Kategori:
Bagikan