KPU Pastikan Karyawan Freeport Dapat Memilih Meski Tak Miliki KTP Mimika

Rabu, 17 Apr 2019 11:51 WIT
Suasana pencoblosan TPS 09 Mile 74 Tembagapura. (Foto: Ist/SP)

TIMIKA | Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Mimika,  Provinsi Papua, Indra Ebang Ola memastikan seluruh karyawan PT Feeport Indonesia dapat menggunakan hak suaranya pada Pemilu 2019.


Karyawan yang memiliki KTP diluar Mimika hanya boleh memilih Presiden dan Wakil Presiden. Sementara, DPD dan DPR baik pusat, provinsi dan kabupaten tidak diperbolehkan. 


"Semua punya hak suara, tapi itu hanya Presiden dan Wakil Presiden selebihnya itu tidak bisa. Karena hanya Presiden dan Wakil Presiden yang tidak memiliki dapil," jelas Indra di Timika,  Rabu (17/4). 


Ia menambahkan, aturan memungkinkan bagi mereka dengan hanya menunjukan KTP elektroniknya.  Petugas akan memberikan surat suara untuk Presiden dan Wakil Presiden. 


"Kami juga menyampaikan terima kasih karena dukungan dari manajemen freeport yang baik untuk memastikan semua karyawan dapat menggunakan hak pilihnya," ujarnya. 


Indra menuturkan,  KPU Mimika berusaha agar setiap warga negara dapat menggunakan Hak Politiknya termasuk bagaimana memastikan karyawan freeport yang tidak memiliki KTP Mimika juga dapat memilih meskipun hanya Presiden dan Wakil Presiden. 


Data pemilih khususnya yang bekerja di PT Freeport Indonesia belakangan menjadi sorotan. Pasalnya, ribuan karyawan freeport terancam kehilangan hak pilihnya karena KTP yang dimiliki bukan KTP Mimika.  


Mereka kemudian diminta untuk mengisi Formulir A5 (pindah memilih) agar tidak kehilangan hak suara. Namun waktu pengurus dinilai terlalu mendadak karena seminggu sebelum pencoblosan. (Batt/SP)

Kategori:
Bagikan