Pasar Tradisional di Timika Sepi Saat Pencoblosan

Rabu, 17 Apr 2019 16:08 WIT
Suasana pada pagi hari di pasar tradisional Gorong-gorong, Timika, saat pemungutan suara pemilu serentak 2019. (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA | Suasana pasar tradisional di Gorong-gorong, Kota Timika, Papua, tampak sepi di hari pemungutan suara pemilu serentak 2019, Rabu (17/4). 

Antusiasme meningkatnya partisipasi pemilu di Timika dirasakan Bahctiar, seorang pedagang ikan di pasar tradisional Gorong-gorong. Ia mengatakan, pembeli pada hari pencoblosan menurun sekitar 50 persen dari hari biasanya. 

"Kurang sekali pembeli hari ini. Biasanya pagi itu sudah banyak yang datang, tapi hari pencoblosan ini memang sepi sekali," kata Bahctiar kepada Seputarpapua, Rabu.

Tidak hanya pembeli yang menunda pergi ke pasar. Sejumlah pedagang juga ternyata lebih memilih pergi untuk memberikan hak suara ke TPS sebelum berjualan di pasar.

"Kalau kami yang jualan ini gantian. Ada yang ke TPS duluan, setelah itu balik dan gantian jaga jualan di pasar. Saya juga sebentar lagi ke TPS," ujarnya. 

Menurut Bachtiar, meningkatnya partisipasi pemilu saat ini karena sistem pemilu yang semakin dipermudah. Dimana cukup dengan membawa e-KTP, warga bisa menyalurkan hak pilihnya sebagai warga negara.

"Sekarang memilih mulai gampang, tidak ribet. Dulu kita diusir-usir dari TPS. Mudah-mudahan ke depan lebih baik lagi, dan semoga tidak ada kecurangan," imbuhnya. 

*Memilih Berjualan* 

Namun, kondisi berbeda nampak di lapak pedagang Mama-mama Papua. Sebagian besar dari mereka memilih tetap berjualan ketimbang menyalurkan hak pilih di TPS. 

Ketika ditanya Jurnalis Seputarpapua, seorang Mama-mama Papua enggan untuk berkomentar soal pemilu. Ia hanya geleng-geleng kepala saat ditanya alasannya tidak pergi mencoblos di TPS. 

Sementara Mama-mama Papua lain juga terlihat sibuk mengurus jualan mereka. Hasil kebun yang mereka bawa ke pasar tradisional Gorong-gorong, seperti biasa dijajakan di tepi jalan tanpa lapak. 

Menurut survei Kementerian Dalam Negeri, hanya sekitar 60an persen lebih warga di Kabupaten Mimika yang mengetahui akan diadakan pemilu 17 April 2019. Dari jumlah tersebut diperkirakan hanya 35 persen warga yang akan datang di TPS. 

Responden yang belum mengetahui tentang pemilu dan tata cara memilih didominasi oleh masyarakat asli Papua, selebihnya warga non Papua yang telah menetap di Mimika. 

Kondisi tersebut membuat Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Mayjen TNI (Purn) Soedarmo, yang juga mantan Penjabat Gubernur Papua, mengumpulkan para penyelenggara pemilu bersama Forkopimda Papua di Makassar beberapa waktu lalu. 

Hal itu dikemukakan Dandim 1710 Mimika Letkol Inf Pio. L Nainggolan dalam acara doa bersama jelang pemilu beberapa waktu lalu di Timika. Jajaran Forkopimda baik TNI/Polri, pemerintah kabupaten/kota, tokoh lintas agama diminta aktif mensosialisasikan pemilu kepada masyarakat di wilayahnya.

"Kita harapkan semua warga masyarakat yang memiliki hak politik, hak demokrasi yang sama, seluruhnya dapat menyalurkan hak pilihnya masing-masing," kata Dandim. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan