65 ASN di Mimika Masih Mangkir, Pemkab Terbitkan Surat Panggilan Kedua

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mimika, Michael Gomar (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mimika, Michael Gomar (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Sebanyak 65 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas Pemerintah Kabupaten Mimika belum melapor dan melaksanakan tugas alias mangkir.

Sebelumnya terdapat 158 ASN dinyatakan mangkir dari tugasnya selama bertahun-tahun.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mimika, Michael Gomar mengatakan, Tim Penegakan dan Pengawasan Disiplin ASN (TP2D) telah bekerja selama kurang lebih tiga minggu untuk memanggil 158 ASN yang masih mangkir dan tidak menjalankan tugas di Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dari 158 ASN yang sudah diberikan surat panggilan pertama, berdasarkan hasil assessment dari OPD dan juga tim TP2D kurang lebih 93 orang yang sudah melapor dan melakukan klarifikasi serta memberikan keterangan dan surat pernyataan untuk kembali aktif bekerja, melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai seorang ASN dan juga membantu seluruh pelaksanaan kegiatan di OPD, dimana ditugaskan.

Namun, masih tersisa 65 orang yang belum melaporkan atau mengklarifikasi alasan-alasan dan juga keberadaannya selama ini.

“Oleh sebab itu TP2D sudah melaporkan hasil sementara kepada Bupati dan wWabup dan kami tindaklanjuti dengan surat panggilan kedua,” kata Michael Gomar kepada awak media, Jumat (7/5/2021) di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika,Papua.

Gomar menjelaskan 65 ASN yang mangkir tersebut ada yang benar – benar tidak bekerja dan tinggal di luar Mimika dan di luar Papua, ada pula ASN yang status kepegawaiannya masih di Kabupaten Mimika, tetapi sudah menjabat di kabupaten lain seperti di Merauke, Paniai, Dogiai, Deiyai, bahkan di Provinsi Papua.

Dirinya berharap ada niat baik dari 65 ASN serta kooperatif datang dan bertemu untuk memberikan klarifikasi secara jelas alasan-alasan mereka dan juga ketidakhadiran mereka.

“Tujuan dari reformasi birokrasi ini adalah untuk meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Tentunya pelayanan publik ini bisa meningkat dan bisa baik apabila ASN bisa bekerja secara profesional, efektif, untuk melaksanakan tugas tugas dan fungsinya,” pungkasnya.

Reporter: Kristin Rejang
Editor: Mish
Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
Empat Kepala Daerah Deklarasikan Provinsi Papua Selatan
Empat Kepala Daerah Deklarasikan Provinsi Papua Selatan
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Detik-detik Kontak Tembak Aparat Gabungan TNI Polri dengan KKB di Ilaga
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Jenazah Korban Tembak di Puncak Tiba di Timika, Bupati Wandik: Turut Berdukacita
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Kelompok Bersenjata Terbuka Agar Konflik Segera Selesai
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Bupati Puncak Ajak Anak Bangsa Doakan Pegunungan Tengah Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Detik detik Evakuasi Korban Penembakan di Ilaga Papua
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Seluruh Pemilik Sound System se-Mimika Bergabung, Langit Timika ‘Bergetar’
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Prosesi Pemakaman Klemen Tinal | Bupati Puncak Beberkan Penyebab Wafatnya Wakil Gubernur Papua
Keluarga Harap Jansen Tinal Gantikan Dua Jabatan yang Ditinggal Klemen Tinal
Keluarga Harap Jansen Tinal Gantikan Dua Jabatan yang Ditinggal Klemen Tinal
Klemen Tinal dalam Kenangan
Klemen Tinal dalam Kenangan
Baca Juga