Penjemputan Logistik Pemilu Dari Alama Ditunda Pasca Teror Penembakan

Kamis, 18 Apr 2019 20:38 WIT
Komandan Kodim 1710/ Mimika Letkol Inf Pio L. Nainggolan

TIMIKA | Logistik Pemilu 2019 dari Distrik Alama, Kabupaten Mimika, Papua belum dapat dijemput  kembali menyusul teror penembakan di wilayah itu, Kamis (18/4) pagi. 


Komandan Kodim 1710/ Mimika Letkol Inf Pio L. Nainggolan mengatakan, pihaknya memprioritaskan evakuasi seluruh personel tim pengamanan dan pengawal logistik pemilu beserta petugas KPPS atas pertimbangan keselamatan. 


"Dengan kondisi seperti ini yang kita prioritaskan keselamatan jiwa. Seluruh tim baik pengamanan maupun penyelenggara itu yang kita prioritaskan untuk dievakuasi," kata Dandim di Timika, Kamis malam. 


Adapun 28 orang terdiri dari 2 personel Kodim 1710 Mimika, 7 personel Yon B Brimob Timika, 13 personel Polres Mimika, 6 petugas KPPS dan seorang karyawan PT. Trans Mimika berhasil dievakuasi dengan selamat. 


"Namun 7 personel Yon B Brimob Timika sementara masih berada di Agimuga. Helikopter yang terakhir tidak bisa kembali akibat faktor cuaca. Namun akan kembali dijemput besok, Jumat (19/4) pagi dengan helipkopter yang sama," jelas Dandim.


Selain itu, formulir C1 plano yang merupakan hasil penghitungan suara tingkat TPS juga menjadi prioritas dan telah diamankan untuk selanjutnya akan diserahkan kepada KPU Mimika. 


"Sementara logistik pemilu, masih berada di dua lokasi di Distrik Alama. Dengan pertimbangan volume kotak suara ini cukup membutuhkan tempat, sehingga memang tidak memungkinkan untuk dibawa turun," katanya. 


Diberitakan sebelumnya, pasca pemilu 2019 Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melancarkan teror penembakan di Distrik Alama, wilayah pegunungan Kabupaten Mimika, Papua, Kamis (18/4) pagi. 


Gangguan tembakan pertama terjadi sekitar pukul 06.00 WIT pagi, yang diarahkan kepada tim pengamanan dan penyelenggara pemilu di Alama. 


Kemudian, tembakan juga diarahkan kepada pesawat perintis Susi Air saat lepas landas dari lapangan terbang Alama pada sekitar pukul 08.00 WIT. 


KKB kembali melepaskan tembakan dua kali saat helikopter milik Penerbad Timika hendak menjemput tim pengaman dan pengawal logistik beserta penyelenggara pemilu yang sedang menunggu di Alama.


"Bukan helikopter yang ditembak, namun ada gangguan tembakan. Terdengar dua kali suara tembakan oleh tim Penerbad," kata Dandim Mimika. 


Tim gabungan TNI dan Polri untuk pengamanan logistik pemilu, kata Dandim, sempat melepaskan tembakan balasan. Namun jarak tembak yang cukup jauh sehingga tidak sempat terjadi kontak tembak. 


"Tidak ada korban dalam kejadian ini. Kita perlu mengucap syukur, semuanya baik-baik saja," imbuhnya.


Sementara itu, logistik pemilu daerah pedalaman yang sudah tiba kembali di Timika antaralain dari Aroanop, Distrik Tembagapura dan sebagian dari Distrik Hoeya.


Untuk wilayah Aroanop dan sekitarnya, 30 kotak suara seluruhnya sudah kembali ke Timika. Sementara untuk Distrik Hoeya baru 21 kotak suara yang sudah tiba di Timika Kamis pagi. 


Pengangkutan kembali logistik pemilu berupa kotak suara bersama surat suara, berita acara C1 plano dan dokumen penting lainnya menggunakan penerbangan helikopter Penerbangan TNI AD (Penerbad). (rum/SP)

Kategori:
Bagikan