GKI Ebenhaezer Timika Gelar Jalan Salib Peringati Paskah

Kamis, 18 Apr 2019 22:36 WIT
Prosesi jalan Salib yang dilaksanakan GKI Ebenhaezer Timika. (Foto: Yunita/SP)

TIMIKA | GKI Ebenhaezer Timika,  Kabupaten Mimika, Papua menggelar jalan salib dalam rangka memperingati kematian Yesus Kristus untuk menyelematkan umat manusia. 


Kegiatan yang diikuti seluruh jemaat dari 12 wyk ini berlangsung mulai Pukul 15.00 Wit dan berakhir pukul 17.30 Wit dengan melewati sejumlah ruas jalan dalam kota Timika,  Kamis (18/4). 


Rute Perjalanan dimulai dari Gereja Jl. Ahmad Yani lalu melewati Kwamki Baru terus ke jalan Yos Sudarso lalu belok kiri di Jalan Kihajar Dewantara dan kembali ke Gereja. 


Antusias jemaat yang mengikuti kegiatan ini sangat luar biasa. Sebelum acara dimulai jemaat sudah berkumpul sekitar pukul 13.00 Wit.  Kegiatan ini diawali dengan doa yang dipimpin oleh Ketua Jemaat Pdt. Merry Tanamal, diikut sekitar 1000 orang Jemaat. 


Dalam prosesi Jalan Salib tersebut, Rudi Kafiar selaku pemeran tokoh Tuhan Yesus memakai baju putih begitu menghayati perannya. Memikul Kayu Salib dan berjalan sambil dicambuk oleh prajurit Romawi yang diperankan pemuda-pemuda gereja menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari prosesi ini. 


Kegiatan tersebut merupakan salah satu Program Kerja Hari Besar Gerejawi yang dilaksanakan setiap tahun dengan tujuannya untuk mempererat persekutuan jemaat dalam pelayanan sekaligus mengenang kembali pengorbanan Tuhan Yesus dari kesengsaraan sampai pada penyaliban hingga kematian-Nya di atas kayu salib untuk menebus dosa - dosa manusia. 


Panitia Hari Besar Gerejawi Jemaat GKI Ebenhaezer, Anum Mandibondibo mengatakan, ada sukacita yang luar biasa di dalam Kristus, berjalan bersama-sama jemaat merenungkan kembali peristiwa 2000 tahun lalu. Dimana Yesus berkorban menyerahkan hidupnya untuk keselamatan umat manusia di dunia. 


Sementara itu, Pdt. Merry Tanamal mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh jemaat. Prosesi ini mengingatkan umat Kristiani untuk kembali merenungkan perjalanan Tuhan Yesus disiksa, diludahi, dicambuk hingga mati dikayu salib 2000 tahun yang lalu untuk menebus dosa manusia. 

 

"Kegiatan ini dilakukan semata-mata untuk kemulian dan hormat bagi nama Tuhan lebih khusus iman kita kepada Yesus Kristus untuk menyelamatkan kita manusia," ungkapnya


"Hidup ini untuk Tuhan,  Hidup ini karna Kasih-Nya pada kita, sehingga Ia memberikan nyawa-Nya untuk menebus dosa-dosa kita" Ujar Pdt. Merry Tanamal. (Cr-03/SP)

Kategori:
Bagikan