TNI-Polri Sukses Amankan Pemilu di Papua, Warga Diminta Tetap Bersabar

Sabtu, 20 Apr 2019 22:35 WIT
Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto, Dandim 1710 Mimika Letkol Inf. Pio L. Nainggolan, Danlal Letkol (P) Yadi Mulyadi, dan Danlanud Letkol Pnb Sugeng Sugiharto ketika memantau pelakaanaan Pemilu di Mimika.

TIMIKA | Berbagai pihak mengapresiasi aparat keamanan TNI dan Polri yang dinilai sukses mengawal dan mengamankan pelaksanaan Pemilu 2019 di Papua. 

Ketua Pemuda Jemaat GKI Pengharapan Jayapura Noudy Philip Luntungan, Sabtu (20/4), mengatakan suksesnya pelaksanaan pesta demokrasi ini tak terlepas dari kerjasama semua komponen, baik penyelenggara pemilu maupun aparat keamanan TNI/Polri dan warga. 

"Pemilu serentak di tanah Papua berlangsung lancar, ini semua tidak terlepas dari kerja sama luar biasa pihak TNI-Polri yang bekerja keras mengamankan segala tahapan pemilu," kata Luntungan. 

Meski begitu, Luntungan menghimbau semua pihak untuk tetap bersabar dan tidak terprovokasi sambil bersama-sama menunggu keputusan resmi dari KPU. 

"Diharapkan kepada semua pihak agar cerdas dalam mengamati berita yang beredar, serta waspada terhadap berita hoax, karena berita hoax dapat menimbulkan perpecahan bagi kita semua," imbuhnya.

Apresiasi kepada TNI/Polri juga datang dari Ketua Umum Masjid Raya Papua H. Abdul Kahar Yelipele. Ia mengajak semua komponen masyarakat menjaga kondusitifitas pasca pemilu, dan tidak terprovokasi hasil perhitungan cepat. 

"Hendaknya harus menunggu hasil keputusan KPU. Mari kita tetap menjaga kondusifitas keamanan daerah, dengan tidak melakukan tindakan-tindakan yang akan memantik keributan," katanya.

Di tengah pesta demokrasi yang melibatkan jutaan warga Indonesia, kata Abdul, rentan diwarnai penyebaran hoax dan isu-isu provokasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. 

"Isu-isu yang akan membuat masyarakat menjadi resah dan gelisah, sehingga hal seperti ini harus ditepis dan dibuang jauh-jauh atau jangan mempercayainya, tanpa terlebih dahulu melakukan kroscek atas isu tersebut," katanya. 

Menurutnya, berbeda pilihan dalam pemilu itu merupakan hal yang wajar dari sebuah proses demokrasi. Siapapun yang akan terpilih untuk periode 5 tahun kedepan, adalah pemimpin untuk seluruh rakyat, bukan saja milik pendukungnya. 

"Terhadap mengenai masalah Pileg dan Pilpres harus bersabar menunggu hasil yang valid dari KPU. Sehingga inilah yang menjadi dasar atau acuan untuk melihat siapa yang memang dan kalah nantinya," kata dia. 

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, menghimbau semua pihak agar tidak melakukan mobillisasi massa sebelum pengumuman resmi pemenang Pemilu 2019 dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

"Ini untuk menjaga kondisi pasca pemungutan suara yang kondusif. Tidak boleh mengumpulkan massa, mobilisasi massa atau mengadakan kegiatan konvoi-konvoi kemenangan secara awal," katanya. 

Ia mengatakan, TNI-Polri menjamin keamanan pelaksanaan tahapan rekapitulasi pasca pemungutan suara. Partisipasi masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi, merupakan salah satu kontribusi besar dalam menciptakan situasi yang aman, damai dan sejuk.

"Untuk situasi kamtibmas pasca pemungutan suara berlangsung relatif aman, tidak ada yang menonjol, beberapa ada masalah logistik namun sudah dikoordinasikan dengan penyelenggara pemilu yakni KPU," katanya. 

Menurut Kamal, pemilu serentak 2019 di Indonesia dimana rakyat sekaligus memilih presiden dan legislatif, merupakan hajatan demokrasi terbesar di seluruh dunia. 

"Berkat sinergi TNI/Polri dan komponen lainnya sehingga pelaksanaan pemilu dapat berjalan dengan aman, damai dan demokratis," kata mantan Kapolres Halmahera Selatan. 

"Kepada masyarakat, kalau ada gugatan  agar dapat disampaikan secara berjenjang. Polri khususnya Polda Papua tetap melakukan pengamanan dan pengawalan tahapan pemilu untuk menjamin keamanan tetap kondusif," sambungnya. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan