Penjemputan Logistik Pemilu di Alama Terkendala Gangguan KKB

Minggu, 21 Apr 2019 18:05 WIT
Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto ketika tengah bersiap melakukan penjemputan personel TNI - Polri dan penyelenggara Pemilu yang bertugas di Distrik Alama, Kamis (18/4). (Foto: Polres Mimika)

TIMIKA | Penjemputan logistik pemilu di distrik Alama, Kabupaten Mimika, belum dapat dilakukan pasca teror penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah pegunungan Mimika itu, Kamis (18/4) lalu.

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlinto di Timika, Minggu (21/4), mengakui sebagian logistik pemilu masih tertinggal di Alama, sehingga pleno rekapitulasi tingkat distrik untuk wilayah itu belum dapat dilakukan. 

"Betul, penjemputan logistik masih terkendala KKB. Sebagian sudah diangkut dari sana, namun masih ada logistik yang tertinggal di Alama," kata Marlianto ketika dikonfirmasi seputarpapua.com. 

Meski begitu, Marlianto memastikan berita acara formulir C1 plano yang merupakan hasil penghitungan suara tingkat TPS lebih dulu sudah diamankan dan dibawa ke Timika. 

Sekitar 70 kotak suara untuk wilayah distrik Alama sebelumnya didistribusi PT. Trans Mimika selaku pihak ketiga yang ditunjuk KPU Mimika untuk pendistribusian logistik pemilu 2019. 

Komandan Kodim 1710/ Mimika Letkol Inf Pio L. Nainggolan mengatakan, saat terjadi teror penembakan pihaknya kemudian  mengevakuasi seluruh personel tim pengamanan dan pengawal logistik pemilu beserta petugas KPPS dari Alama ke Timika. 

"Dengan kondisi seperti ini yang kita prioritaskan adalah keselamatan jiwa. Seluruh tim baik pengamanan maupun penyelenggara itu yang kita prioritaskan untuk dievakuasi," kata Dandim. . 

Adapun 28 orang terdiri dari 2 personel Kodim 1710 Mimika, 7 personel Yon B Brimob Timika, 13 personel Polres Mimika, 6 petugas KPPS dan seorang karyawan PT. Trans Mimika berhasil dievakuasi dengan selamat menggunakan helikopter Penerbad.

"Sementara logistik pemilu masih berada di dua lokasi di Alama. Dengan pertimbangan volume kotak suara ini cukup membutuhkan tempat, sehingga memang tidak memungkinkan untuk dibawa turun bersama personel," katanya. 

Dandim mengungkapkan, gangguan tembakan oleh KKB pertama terjadi sekitar pukul 06.00 WIT Kamis pagi, yang diduga sengaja diarahkan kepada tim pengamanan dan penyelenggara pemilu di Alama. 

Kemudian, tembakan juga diarahkan ke pesawat perintis Susi Air saat lepas landas dari lapangan terbang Alama pada sekitar pukul 08.00 WIT. 

KKB kembali melepaskan tembakan dua kali saat helikopter milik Penerbad Timika hendak menjemput tim pengaman dan pengawal logistik beserta penyelenggara pemilu yang sedang menunggu di Alama.

"Bukan helikopter yang ditembak, namun ada gangguan tembakan. Terdengar dua kali suara tembakan oleh tim Penerbad, jarak tembak cukup jauh," kata Dandim Mimika. 

Tim gabungan TNI dan Polri untuk pengamanan logistik pemilu, kata Dandim, sempat melepaskan tembakan balasan. Namun jarak tembak yang cukup jauh sehingga tidak sempat terjadi kontak tembak. 

"Tidak ada korban dalam kejadian ini. Kita perlu mengucap syukur, semuanya baik-baik saja. Kami belum bisa memastikan pelaku penembakan ini dari kelompok mana," katanya. 

Sementara itu, logistik pemilu daerah pedalaman yang sudah tiba kembali di Timika antaralain dari Aroanop, Distrik Tembagapura dan dari Distrik Hoeya.

Pengangkutan kembali logistik pemilu berupa kotak suara bersama surat suara, berita acara C1 plano dan dokumen penting lainnya menggunakan helikopter Penerbangan TNI AD (Penerbad). (rum/SP)

Kategori:
Bagikan