Bappeda: Angka Harapan Hidup Orang Tua Rendah

Bappeda: Angka Harapan Hidup Orang Tua Rendah
Kepala Bappeda Jayawijaya Petrus Mahuze. (Foto: Antara)

WAMENA | Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua memastikan angka harapan hidup orang tua usia 50-60 tahun di daerah tersebut sangat rendah.

Kepala Bappeda Jayawijaya Petrus Mahuze di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Minggu (21/4), mengatakan peningkatan angka harapan hidup orang tua itu menjadi perhatian pemerintah setempat.

"Kita punya angka harapan hidup di Jayawijaya itu berkisar antara 5O, 55 sampai 6O tahun itu sudah tidak ada, sehingga perlu ada kecukupan gizi, pelayanan kesehatan yang memadai dan merata," katanya.

Rendahnya angka harapan hidup orang tua itu juga dipengaruhi sumber daya manusia yang kurang, dalam mengelola pangan bergizi untuk kebutuhan tubuh.

"Kami juga mengusulkan program untuk peningkatan produk lokal, sebab mesti banyak potensi yang luar biasa namun selama ini belum dikelola dengan baik," katanya.

Selain pangan bergizi yang dapat diolah, sumber pemasukan lain untuk keluarga, yang dapat menunjang angka harapan hidup juga sedang ditingkatkan.

"Misalnya pada sektor pariwisata yang dapat memberikan penghasilan untuk masyarakat, termasuk sektor pertanian kopi, madu dan komoditi lain," katanya.

Petrus Mahuze mamastikan peningkatan angka harapan hidup itu sudah dimasukan dalam program prioritas pembangunan daerah untuk tahun 2020.(Antara/SP)

Tanggapi Berita ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.