Sarina, Penjual Sayur Keliling Yang Tangguh

Senin, 22 Apr 2019 15:54 WIT
Sarina, penjual sayur keliling Kota Timika. (Foto: Hadijah Laisouw/SP)

TIMIKA | Raden Ajeng Kartini merupakan nama seorang pahlawan nasional Indonesia, yang dikenal sebagai tokoh yang gigih memperjuangkan emansipasi wanita. Dahulu Kartini berjuang untuk mengubah kultur wanita terbelakang menjadi wanita maju. 

Seiring dengan perkembangan zaman, wanita masa kini diharapkan lebih tangguh dan berkembang serta mampuh untuk berdiri sendiri seperti yang ditunjukkan oleh Sarina, salah satu penjual sayur keliling.

 Sarina, Saat ditemui Seputarpapua.com di Jalan Kihajar Dewantara, Senin (22/4)  mengatakan bahwa wanita harus tangguh dan berkembang serta mampu untuk bisa berdiri sendiri. 

"Saya sudah 20 tahun menjual sayur keliling, dan alhamdulillah dari pendapatan menjual sayur bisa membantu ekonomi keluarga membayar biaya sekolah anak dan kebutuhan sehari-hari," ucap Sarina.

Sarina mengatakan, sebelum Ia berjualan sayur keliling, satu hari sebelumnya ia ke pasar membeli bahan dagangannya dari pedagang dan kemudian iya membersihkannya. 

"Sebelum berjualan saya bersihkan dulu sayur dan dagangan saya yang lain jadi saat dijual itu terlihat bersih," kata Sarina

Bahan pokok yang Sarina jual seperti sayur-sayuran, terong, pepaya, singkong, ubi, wortel, kentang, tempe, tahu, aneka jenis kerupuk, bawang, cabe besar, kecil, dan lain sebagainya. 

Sarina mengaku suaminya juga bekerja sebagai tukang ojek tapi penghasilannya tidak seberapa.

"Saya bersyukur bisa membantu suami dalam mencari nafkah, dari pada saya cuma di di rumah tidak ada aktivitas. Hitung-hitung sebagai olahraga juga," tutur Sarina

Sarina memiliki 3 orang anak. Anak perempuan pertamanya sudah menikah dan tinggal bersama suaminya. Amak laki-laki yang kedua baru tamat SMA dan sedang mencari pekerjaan, sementara anak laki-lakinya yang ketiga masih duduk di bangku SMA. 

"Saya bersyukur dari pekerjaan ini bisa membantu suami sampai menyekolahkan anak-anak saya walau hanya sampai SMA," lanjut Sarina

"Selama saya dan suami bisa bekerja mencari uang sendiri saya tidak mau merepotkan anak saya. Dia juga punya keluarga sendiri banyak yang harus dia urusi," tambah Sarina

Sarina mengaku kadang ia sering kelelahan saat berjualan, apalagi kendaraanya sebuah sepeda tua. 

"Kadang kalau kelelahan saya suka berhenti sejenak untuk beristirahat kemudian melanjutkan berjualan. Tetapi itu tidak membuat saya menjadi lemah dan patah semangat," sambung Sarina

Sarina juga mengatakan, mulai keluar rumah berjualan pukul 08:00 WIT dan pulang sekitar pukul 13:00 WIT karena Ia juga harus memasak buat suami dan anak-anaknya. 

"Kadang kalau saya belum memasak saya usahakan pulang lebih awal," ucap Sarina

Sarina Mengaku pengeluaran keluarganya itu cukup besar sehingga Ia bersyukur bisa membantu suaminya. 

"Biaya yang harus dikeluarkan itu cukup besar mulai dari membayar uang kontrakan sebesar satu juta per bulan, lalu biaya sekolah anaknya dan biaya makan sehari-hari. Kalau hanya mengharapkan suami saya mana cukup," kata Sarina

Sarina dan Suami memiliki keinginan untuk kedepannya bisa menyekolahkan anaknya yang ketiga hingga ke perguruan tinggi. 

"Saya dan suami lagi mengumpulkan uang semoga bisa menyekolahkan anak saya sampai perguruan tinggi, karena kakaknya yang kedua hanya sampai tamatan SMA saja," tutur Sarina

Sarina merupakan satu dari sekian banyak wanita Indonesia yang telah merasakan keberhasilan Kartini dalam memperjuangkan hak-hak kaum wanita. Dahulu wanita hanya dianggap sebagai kaum lemah, kini telah tumbuh dan berkembang menjadi wanita yang kuat. Dibalik kesamaan hak yang telah diterima, mereka tetap mengingat kodrat sebagai seorang wanita. (Cr-2/SP)

Kategori:
Bagikan