Info Penggerebekan Gudang Miras dan Temuan Motor di SP 1 Hoax

Senin, 22 Apr 2019 22:22 WIT
Sembilan unit motor kini diamankan di Mapolsek Mimika Baru. (Foto: Ist/Ipda Andi)

TIMIKA | Kepolisian di Mimika, Papua menyatakan informasi penggerebekan gudang minuman keras dan ditemukan ratusan unit motor tanpa identitas di SP 1 adalah berita bohong alias hoax. 

Kanit Reskrim Polsek Mimika Baru Ipda Andi Suhidin mengatakan, akibat beredarnya hoax yang sempat viral di media sosial itu membuat warga berbondong-bondong mendatangi Mapolsek Mimika Baru pada Senin (22/4).

Adapun isi pesan berantai yang dikirim melalui WhatsApp: "Telah dilakukan penggerebekan gudang minuman di sp  1.
Namun di dlm gudang (sp 1 dkt pertigaan arah induk KKJB) ditemukan motor2 (msh utuh) yg tk bersurat. Bagi kehilangan motor (kebanyakan matic) bisa lgsg merapat ke polres dg membawa surat2". 

"Warga menerima informasi bahwa ada sebuah penggerebekan dan diamankan ratusan unit motor, tapi kami klarifikasi bahwa itu adalah hoax," kata Ipda Andi Suhidin kepada Seputarpapua di Timika, Senin. 

Ipda Andi menerangkan, kejadian yang sebenarnya adalah pada Minggu (21/4) sekitar pukul 20.00 - 21.00 WIT, pihaknya menerima laporan bahwa ada sekelompok anak muda terlibat tawuran di Jalan Budi Utomo ujung. 

Begitu menerima laporan, Tim Respon Unit Perintis Polres Mimika langsung mendatangi TKP. Sesampainya di sana, anak-anak muda dan remaja yang diduga terlibat tawuran itu langsung melarikan diri meninggalkan motor mereka.

"Karena motor itu ditinggal, sehingga anggota membawa motor tersebut ke Polsek dan Kantor Unit Perintis. Kami merespon laporan ini untuk memastikan apa sebenarnya yang terjadi di sana," kata Andi. 

Pada Senin siang, ada 9 unit motor yang ditinggal para anak muda dan remaja tersebut telah dibawa untuk diamankan sementara di Mapolsek Mimika Baru di Jalan C Heautubun, Kota Timika. 

"Bagi yang merasa pemilik dari motor itu, silahkan datang ke Polsek Mimika Baru untuk diklarifikasi kemudian mengambil motornya, dengan syarat membawa surat-surat atau dokumen lengkap," imbuh Andi Suhidin. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan