Tinjau Pelaksanaan UNBK SMP, Legislator Mimika Temukan Banyak Kekurangan

Selasa, 23 Apr 2019 20:16 WIT
Komisi C DPRD Mimika saat melakukan pengawasan pelaksanaan UNBK tingkat SMP. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Anggota DPRD Mimika, Provinsi Papua menemukan sejumlah kekurangan saat melakukan pantauan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP di beberapa sekolah di wilayah itu. 


Salah satunya adalah komputer yang tidak sesuai jumlahnya dengan jumlah siswa peserta UNBK.  


“Kami temukan banyak sekali kekurangan terutama komputer. Seperti di SMPN 3. Tidak ada laboratorium. Belum lagi fasilitas yang lain. Hal ini perlu dipikirkan oleh Dinas Pendidikan," ungkap Wakil Ketua Komisi C DPRD Mimika, Hadi Wiyono yang didampingi tiga anggota lainnya, yakni M. Asri, Soni Kaparang dan Yohanis Wantik usai memantau pelaksanaan UNBK di SMPN 2 dan SMPN 3, Selasa (23/4). 


Ia meyakini, apabila fasilitas ini tercukupi, pelaksanaan UNBK di dua sekolah tersebut bakal berjalan aman dan lancar. 


Hal senada juga disampaikan anggota Komisi C DPRD Mimika, M. Asri.  Kata dia, Dinas Pendidikan Mimika harus bisa mengakomodir masukan dari kepala sekolah. 


"Berdasarkan hasil kunjungan banyak sekali kekurangan. Kami sebagai anggota dewan akan terus melakukan pengawasan terhadap kekurangan ini,” tegasnya.


Sementara anggota Komisi C lainnya, Soni Kaparang menambahkan, selama ini anggaran pendidikan secara nasional sangat tinggi, hampir sama dengan kesehatan. Sementara untuk di Papua ada tambahan dari dana otonomi khusus (Otsus).


“Dengan anggaran tersebut, mau tidak mau dinas terkait mengakomodir kekurangan yang ada, khususnya komputer untuk pelaksanaan UNBK. Dan kalau bisa satu kali dilengkapi, agar tidak adanya shift. Dikuatirkannya, kalau seperti ini maka rawan akan kebocoran soal,” tuturnya. 


Ia meminta, pelaksanaan UNBK tahun ini harus menjadi pembelajaran sehingga pada pelaksanaan UNBK tahun depan dan seterus, tidak ada lagi persoalan kekurangan komputer. (mkr/SP)

Kategori:
Bagikan