PHBI Mimika Siapkan 79 Penceramah Saat Ramadhan 1440 H

Rabu, 24 Apr 2019 19:22 WIT
PHBI Mimika menggelar rapat dalam rangka pelaksanaan puasa Ramadhan 1440 H. (Foto: Ist/SP)

TIMIKA | Panitia Hari-Hari Besar Islam (PHBI) Mimika, Provinsi Papua menyiapkan 79 penceramah untuk mengisi ceramah pada saat pelaksanaan ibadah puasa di Bulan Ramadhan 1440 H/2019 M. 


Bersama Ormas Islam, Pengurus DKM dan Para Mubaligh, PHBI Mimika melakukan rapat koordinasi agar penempatan penceramah berjalan lancar.  


Sekretaris PHBI Mimika, Roni Irnawan mengatakan, untuk persiapan pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan 1440 H/2019 M, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan berbagai pihak, mulai dari ormas Islam, pengurus DKM, dan para ustad di seluruh Timika.


“Rapat yang dilaksanakan di gedung serba guna Masjid Babussalam dipimpin langsung Ketua PHBI Mimika, Bapak La Itam Gredenggo. Dan menghasilkan beberapa hal,” kata Roni,  Rabu (24/4). 


Kata dia, adapun hasil dari rapat, dan khususnya untuk pelaksanaan Ramadhan nanti adalah pihaknya telah melakukan penyusunan jadwal ceramah Ramadhan 1440 H/2019 M. 


Dimana tahun ini, jumlah masjid yang terdaftar untuk dijadikan tempat ceramah Ramadahan berjumlah 65 masjid dengan 79 orang penceramah.


“Dari 65 masjid tersebut, maka ada 10 masjid di Mimika yang akan mendatangkan penceramah dari luar kota. Tapi, dalam rapat disepakati untuk penceramah lokal diberikan kesempatan juga untuk mengisi di masjid tersebut. Dengan tujuan untuk pembinaan,” katanya.


Sementara untuk kegiatan Safari Ramadhan, pihaknya masih menunggu informasi dari Pemda Mimika. “Kami akan berkomunikasi dengan Bagian Humas Pemda Mimika, terkait agenda tersebut di tahun ini,” ujarnya.


Selain itu, dalam rapat juga membahas tentang silaturahmi pasca pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif (Pileg). Ini dilakukan, menanggapi beredarnya isu-isu bohong yang beredar di masyarakat.


Oleh itu, dalam rapat juga ditegaskan dan disampaikan, untuk tidak membagikan berita-berita politik yang sumbernya tidak bisa dipertanggungjawabkan, baik itu melalui pesan di grup maupun di media sosial (medsos).


“Dalam hal ini kami lebih mengedepankan silaturahmi dan menunggu hasil dari Pemilu 2019 dari lembaga yang berwenang,” tuturnya. (mkr/SP)

Kategori:
Bagikan