Pemda Mimika Buka Seleksi CPNS, ini Jumlah Pegawai yang Dibutuhkan

Rabu, 24 Apr 2019 19:55 WIT
Pjs Sekda Mimika Marthen Paiding

TIMIKA | Kabar gembira bagi pencari kerja (Pencaker), karena Mimika membuka pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun anggaran 2018. Informasi ini akan diumumkan secara resmi pada Kamis (25/4).

Pengumuman tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bupati Mimika Nomor 810/214/BKPSDM/2019 tentang pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Formasi Tahin 2019 pada Pemerintahan Kabupaten Mimika yang diselenggarakan tahun anggaran 2019.

Pjs Sekda Mimika Marthen Paiding saat menghubungi seputarpapua.com, Rabu (24/4) menjelaskan bahwa total formasi pegawai yang dibutuhkan berjumlah 300 orang dengan rincian, formasi tenaga guru 111 orang, tenaga kesehatan 117 orang dan tenaga teknis 72 orang.

"Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi pelamar," kata Marthen. 

Agar bisa mengikuti seleksi tes CPNPS di Mimika, pelamar harus memenuhi dua persyaratan yang sudah ditentukan. 

Pertama, persyaratan umum sebagai warga negara Indonesia dan tidak menjadi pengurus partai politik, juga harus sehat jasmani dan rohani. 

Kedua, persyaratan khusus, pelamar harus Orang Asli Papua (OAP) dan merupakan garis keturunan OAP dari bapak atau ibu, dibuktikan dengan kartu tanda penduduk Papua dan kartu keluarga.

Sementara pelamar dari non asli Papua dialokasikan 20 persen sesuai dengan kebutuhan formasi dan masing-masing jabatan.

Non asli Papua yang dimaksud adalah, lahir dan besar di Papua (Labepa) dibuktikan dengan kartu tanda penduduk Papua, kartu keluarga  serta melampirkan foto kopi sah ijazah SD, SMP dan SMA sederajat. 

"Untuk formasinya 80 persen untuk orang asli Papua dan 20 persen untuk Non Papua yang lahir besar di Timika," jelas Marthen. 

Marthen menambahkan, pendaftaran dilakukan melalui situs sscb.bkn.go.id dan berkas pelamar dikirim ke Badan keegawaian Mimika melalui kantor Pos dengan alamat PO BOX 3000 dengan kop surat kepada Bupati Mimika.

"Jadi berkas itu akan di verifikasi untuk memastikan apakah pelamar Orang Asli Papua atau lahir besar di Papua," tutur Marthen.(Azk/SP)

Kategori:
Bagikan