Dua Prajurit TNI Terluka Diserang KKSB di Nduga

Rabu, 24 Apr 2019 20:39 WIT
Kolonel Inf Muhammad Aidi

TIMIKA | Kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) kembali menyerang aparat TNI yang tengah melakukan pengamanan pembangunan jalan Trans Papua di wilayah Kabupaten Nduga.

Peristiwa bermula ketika hellikopter Bell dengan nomor HA-5179 milik Penerbad mendarat di halaman Kantor Distrik Nirkuri, Nduga, Rabu (24/4), untuk mengantar bahan makanan kebutuhan pasukan TNI yang sedang melaksanakan pengamanan. 

Namun pada sekitar pukul 10.45 WIT, satu regu prajurit TNI berjumlah 10 orang yang tengah melakukan pembongkaran logistik, tiba-tiba mendapat serangan tembakan oleh KKSB yang terindikasi dari kelompok Egianus Kogoya. 

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan, KKSB melakukan serangan dari jarak cukup jauh sekitar 100 meter dengan taktik hit and run (menyerang kemudian lari).

"Mereka menyerang secara tiba-tiba kemudian menghilang melarikan diri ke dalam hutan. Pasukan TNI berusaha membalas tembakan namun belum diketahui adanya korban dari pihak KKSB," kata Kolonel Aidi. 

Dari serangan tersebut, kata Aidi, dua orang prajurit TNI mengalami luka tembak yaitu Serda Dedy terkena proyektil di bagian punggung (arah tembakan menyamping dari kiri ke kanan di balik rompi) dan  Prada M. Hoirul Zahman Zahri luka tembak pada betis kiri.

"Saat ini kedua korban sudah dievakuasi ke Timika dan dirawat di RSMM Timika. Berdasarkan laporan tim medis bahwa kondisi kedua korban dalam keadaan stabil dan tidak ada yang mengenai organ vital," jelasnya. (rum/SP)

Kategori:
Bagikan