Pengadilan Gelar PS Terkait Sengketa Lahan eks Kantor KNPB

Rabu, 24 Apr 2019 20:49 WIT
Pengadilan Negeri Kota Timika menggelar pemeriksaan setempat pada kasus gugatan perdata yang diajukan Sem Asso kepada pihak kepolisian. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Pengadilan Negeri (PN) Kota Timika, Rabu (24/4) menggelar pemeriksaan setempat (PS) untuk melengkapi fakta-fakta dipersidangan dan mengetahui batas obyek sengketa lahan 375 meter persegi, yang digugat Sem Asso ke kepolisian.

Pemeriksaan setempat dilakukan di obyek sengketa, tepatnya di eks Sekretariat Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Jalan Freeport Lama (kompleks bendungan). Pelaksanaan PS mendapatkan pengamanan cukup ketat dari tim gabungan TNI-Polri, yang bertugas mengamankan Sekretariat KNPB pasca penggrebekan 31 Desember 2018 lalu.

Pada PS  PN Timika, Majelis Hakim, yakni Relly D Behuku, Fransiscus Y Babptista, dan Steven C Walengkouw menghadirkan penggugat Sem Asso yang juga menjadi salah satu terdakwa dalam kasus dugaan makar, yang masih dalam proses persidangan dan kuasa hukum penggugat serta tergugat.

Kehadiran Sem Asso untuk menunjukkan batas obyek sengketa lahan yang digugatkan kepada kepolisian. Dimana untuk Sebelah Utara berbatasan dengan tanah milik Mas Murib, Sebelah Selatan dengan tanah milik Frans Tamatani (Timo), Sebelah Timur berbatasan dengan Gereja GKII Sola Fide, dan Sebelah Barat Berbatasan dengan Mabel.

Ketua Majelis Hakim yang juga Ketua PN Kota Timika, Relly D Behuku mengatakan, 
PS dilakukan melihat secara fisik obyek sengketa. Apakah memang ada atau tidak. Sekaligus untuk melakukan pengecekan batas-batas obyek tersebut.

“Hasil dari PS, akan menjadi bahan pertimbangan majelis hakim dalam memutuskan perkara perdata ini,” kata Relly usai pemeriksaan setempat.

Menyangkut kehadiran Sem Asso dalam PS, kata dia, karena Sem Asso adalah penggugat yang mengetahui secara persis lokasi obyek sengketa yang digugatkan. 

“Setelah PS, maka Sem Asso akan dikembalikan ke tahanan karena masih menjadi terdakwa dalam sidang lainnya,” terangnya.

Sementara kuasa hukum Sem Asso, Veronika Koman mengatakan, PS baik dilakukan untuk meluruskan sengketa obyek yang mejadi gugatan. Karena selama di persidangan, semua pihak masih belum ada bayangan. 

Tetapi setelah mengunjunginya secara langsung, maka semua pihak mengerti dan mengetahui batas-batas dari obyek yang disengketakan. 

“Jadi sudah satu kesapahaman bahwa obyek sengketanya ini. Dan juga, secara pribadi saya kaget di dalam bangunan banyak coretan atau tulisan. Serta ada pengrusakan yang sedemikian rupa,” katanya.

Sedangkan dari pihak tergugat, tidak memberikan komentar terhadap pelaksanaan PS ini. “Saya nggak berani mas” kata salah satu kuasa hukum tergugat.

Adapun alasan Sem Asso menggugat ini karena, pengugat yang memiliki sebidang  tanah adat seluas 375 meter persegi, di Jalan Freeport Lama, Jalan Sosial, Kabupaten Mimika, diduga telah ditempati tergugat beserta dengan satu buah bangunan berlantai dua. tanpa menunjukan bukti kepemilikan atau bukti eksekusi dari Pengadilan setempat, yang memerintahkan penggugat untuk mengosongkan Tanah Adat dan Bangunan milik Penggugat tersebut.

Dari itu, penggugat mengalami kerugian materiil dan immateriil. Dimana dalam gugatan tersebut, Sem Asso menggugat tergugat sebesar Rp1.147.000.000. Dengan rincian, kerugian materiil sebesar Rp147 juta dan kerugian inmateriil Rp1 miliar. (mkr/SP)

Kategori:
Bagikan